Lanskar Pelangi: The Movie

Akhirnya film Indonesia yang ditunggu-tunggu muncul juga, diangkat dari sebuah karya novel fenomenal oleh Andrea Hirata dan diangkat ke layar lebar oleh Sutradara kawakan Indonesia Riri Reza, dan Soundtreck-nya dibawakan oleh band Indonesia ternama Nidji.

Berdasarkan info dari situs resminya, film ini bakalan tayang di layar lebar tanggal 25 September 2008. Ceritanya mengisahkan tentang perjuangan sekumpulan anak untuk mengenyam pendidikan, juga dengan intrik birokrasi yang menyusahkan. Kisahnya mengambil tempat di Kepulauan Belitung.

Referensi berdasarkan Novelnya, ceritanya Laskar Pelangi dalam banget, banyak pelajaran dan pesan, ada ceria, bahagia, sedih, takut, mencekam, geram, kasihan, pokoknya ada semuanya neh di cerita ini. Tapi ada satu kekhawatiran, kekuatan novel Laskar Pelangi ada pada untaian kata yang dibawakan oleh Andrea Hirata dengan indah dan renyah, apa bisa ya Riri Reza memvisualkannya. Karena banyak juga karya sastra Indonesia yang gagal waktu di angkat ke layar lebar seperti Ca Bau Kan, gagal karena gap kekuatan imajinasi sutradara dan audiensnya. Mudah-mudahan film ini sukses divisualisasikan seperti Ayat-Ayat Cinta karya Habiburahman Al Sarezy yang diangkat ke layar lebar.

Benar-benar udah ngak sabar nonton nih film. Hidup industri film Indonesia.

Yang terkait:

5 Tanggapan to this post.

  1. Posted by rudisantoso on 25 September 2008 at 5:32 am

    yah..nanti sama2 kita amati perkembangannya, tapi yg jelas itu adalah salah satu potret kenyataan di masyarakat…betul khan ?

  2. Posted by lamyahayatina on 25 September 2008 at 6:58 am

    Great…. hari ini saya mau beli tiketnya… thanks infonya. Semoga ga mengecewakan….
    Salam ….

  3. Posted by Yuda on 25 September 2008 at 8:14 am

    yup, satu hal yang bisa dipelajari dari cerita ini “Manusia bisa berencana, pada akhirnya tetap Allah yang menentukan”

  4. Posted by Oshin Nursa'adah on 26 September 2008 at 3:37 pm

    Walaupun aku lom sempet liat filmnya tpi aku dah baca buku laskar pelangi…menurut aku buku itu tdk hanya nenberikan pelajaran berhara tapi juga kuatnya keyakinan dan semangat belajar itu tdk akan putus sampai kapanmu terlbh di dunia pendidikan.aku semapat terharu biru saat sekolah hendak ditutup lantaran anak didiknya lom genap 10 orang,tp untunglah sianak idiot bisa masuk di sekolah tersebut. Dan merekpun bisa belajar dgn kondisi ruang jauh dari layak seperti skrg. Walau demikian anderea bisa membuktikan bahwa sekolah tempatnya belajar bisa nenciptakan generasi yg bermutu.

  5. wah…wah.,.wah…menyentuh hati

Tanggapi posting ini