Fenomena Franchise, Studi Kasus K-24

Posted: 6 Mei 2009 in Economy & Marketing, Personal
Tag:, , , , ,

image Sudah beberapa bulan terakhir ini, Saya ingin mengulas tentang Franchise, memang banyak franchise yang menjamur di Indonesia khususnya di Jakarta, tapi kali ini saya akan membahas Apotek K-24.

Dari sisi pengguna franchise, mungkin sudah banyak dibahas, dimana pengguna mendapatkan kemudahan dalam sisi pengetahuan produk, persiapan dan pelatihan pegawai, pengadaan dan keuangan yang sudah terbentuk dalam sistem yang rapi dan juga pemasaran dan iklan yang sudah terintegrasi. Tapi Saya akan mengulas franchise dari sisi yang berbeda, yaitu dari sisi konsumen dalam melihat suatu sistem franchise.

Saya akan mengangkat tentang Franchise Apotek K-24 yang sebenarnya tidak bisa dibilang baru, Franchise Apotek ini sudah menjamur di beberapa tempat di Jakarta. Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi Saya menjadi konsumen K-24 di Pondok Bambu, Jakarta, jadi mungkin Saya sedikit melakukan generalisasi untuk semua gerai K-24.

Apotek K-24 pertama kali di buka di Yogyakarta pada Oktober 2002, K-24 yang merupakan kependekan dari Komplit 24 Jam, konsisten dengan nama yang diusungnya, Saya tidak akan membahas sejarah K-24 lebih panjang, untuk mengetahui lebih banyak tentang K-24 silahkan kunjungi web Apotek K-24.

24 Jam

Sesuai namanya Apotek K-24, buka terus selama 24 jam non-stop, yang artinya apotek ini dapat melayani konsumen dalam keadaan emergency di tengah malam. Sampai saat Saya menulis tulisan ini memang Saya belum pernah mengunjungi K-24 disaat larut malam, tapi dari yang Saya lihat K-24 membagi 2 waktu dalam layanannya, waktu pertama (kalau tidak salah) 8 pagi sampai jam 10 malam, dimana apotek dibuka seperti biasa, dan sisanya jam 10 malam sampai jam 8 pagi dimana pada dasarnya apotek ditutup, tapi K-24 tetap melayani pembeli yang datang lewat kotak kecil yang dibuat dipintu depan, pelayanan tersebut dilakukan dengan alasan keamanan.

Komplit/Komplet

Sejauh Saya mencari obat, hampir selalu ada di K-24, mulai dari generik sampai ber-merk, mulai dari yang murah sampai yang mahal, mulai dari buat bayi sampai orang dewasa, semuanya ada. Bahkan pernah waktu itu kebetulan stok obat yang Saya cari kurang (habis), pegawainya membantu mengadakan obat dengan memesan dan mengantarkan kerumah keesokan harinya. Salah satu layanan tambahannya adalah obat bisa diantar kerumah. Salah satu jaminan yang diberikan K-24 adalah semua obat yang dijual adalah asli, hal ini penting karena banyaknya dijual obat palsu dan tidak memiliki ijin.

Gerai yang Ciamik

Dengan warna utama hijau Apotek K-24 memiliki gerai yang bersih dan berkesan modern, didalamnya kita tidak berasa berada dalam apotek yang membosankan. Bahkan didalamnya disediakan dispenser untuk konsumen minum, majalah untuk baca-baca sambil nunggu dan juga timbangan, lumayan sambil nunggu jadi tau berat badan.

Pegawai Terlatih

Mungkin menjadi suatu dasar dalam memperkerjakan pegawai harus mengerti produk yang dijual, tapi pengalaman saya yang menyenangkan di K-24 adalah dimana pegawainya selain mengerti produk yang dijual, sangat membantu dan juga ramah, memang relatif per orang masalah keramahan, tapi sejauh Saya berada di K-24 pekerjanya semua ramah dan hangat. K-24 juga menyediakan counter konsultasi obat gratis, bagi yang ingin bertanya tentang obat.

Harga yang Kompetitif

Sebagai orang yang berkeluarga, Saya jadi memperhatikan harga dari barang-barang yang dibeli, termasuk obat-obatan. Pengalaman Saya membandingkan beberapa apotek, K-24 termasuk murah harga obat-obatannya, terlebih lagi bisa menggunakan kartu debit atau kartu kredit, jadi sangat memudahkan buat pembeli.

Segi Bisnis

Sekarang mari kita lihat dari sisi bisnis, mungkin konsumen atau pembeli tidak akan terlalu peduli dengan sistem bisnis yang diusung suatu produk, apakah itu kepemilikan sendiri, sharing, bagi hasil atau franchise. Tetapi yang menarik sistem franchise seperti K-24 memberikan jaminan produk dan layanan, maksudnya adalah jaminan bahwa kita akan diperlakukan dengan cara yang serupa ditiap gerainya dan juga jaminan harga, karena tidak mungkin gerai menaikkan harga dengan semena-mena berbeda dengan gerai lainnya.

Sebenarnya konsep franchise bukan barang baru di Indonesia, sistem franchise secara simple adalah dimana pemilik franchise memberikan hak untuk menggunakan nama atau merk franchise beserta layanan atau barang yang menjadi bagian dari franchise tersebut, pengguna franchise akan membayar franchise fee, dan seterusnya sistem akan dilanjutkan dengan bagi hasil.

Mengapa Harga Produk Bisa Murah?

Kembali kepada prinsip ekonomi, ketika pemilik franchise membeli dalam jumlah besar, tentunya bisa mendapatkan harga yang murah, yang kemudian didistribusikan tentunya harga-nya bisa sangat murah, misalnya dibandingkan apotek konvensional.

Intinya adalah Saya mendapatkan pengalaman yang sangat menyenangkan dalam menggunakan jasa K-24, memang baru satu tahun terakhir ini saya menggunakan jasa K-24, tetapi Saya sudah merasa sangat cocok dengan K-24, dan mungkin masih terus akan menggunakan jasanya untuk waktu yang lama.

About these ads
Komentar
  1. hartanto mengatakan:

    K-24 emang standar disetiap jaringannya dari sudut pelayanan maupun produk.
    dan yang jelas tidak meninggalkan falsafah sebagai bisnis dibidang kesehatan:)
    Salam,
    Tanto-Yogya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s