<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Weblog sWARNA</title>
	<atom:link href="http://swyuda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://swyuda.wordpress.com</link>
	<description>menjadi lebih baik dari sebelumnya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 07:38:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='swyuda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/db8b0e3c34cc3e1d88c0b0ef144c7929?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Weblog sWARNA</title>
		<link>http://swyuda.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pilih Gaji Besar atau Hidup Tenang</title>
		<link>http://swyuda.wordpress.com/2009/11/10/pilih-gaji-besar-atau-hidup-tenang/</link>
		<comments>http://swyuda.wordpress.com/2009/11/10/pilih-gaji-besar-atau-hidup-tenang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 07:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[terusan]]></category>
		<category><![CDATA[gaji besar]]></category>
		<category><![CDATA[hidup tenang]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swyuda.wordpress.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[
Terkadang hidup ini kita harus membuat pilihan, pilihan ini memang sulit. Kisah berikut ini merupakan kisah nyata tentang seorang Bapak yang memilih untuk berhenti dari pekerjaan bergaji besar di sebuah perusahaan rokok, dan beralih menjadi seorang penjaja tebu. Salut rasanya ada orang seperti ini, dengan idealisme tinggi, dan gigih dalam mengarungi kehidupan. Banyak orang sekarang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=547&subd=swyuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter" title="Tubagus Ismail" src="http://www.jawapos.co.id/imgall/1/imgori/99129large.jpg" alt="Tubagus Ismail" width="350" height="253" /></p>
<p>Terkadang hidup ini kita harus membuat pilihan, pilihan ini memang sulit. Kisah berikut ini merupakan kisah nyata tentang seorang Bapak yang memilih untuk berhenti dari pekerjaan bergaji besar di sebuah perusahaan rokok, dan beralih menjadi seorang penjaja tebu. Salut rasanya ada orang seperti ini, dengan idealisme tinggi, dan gigih dalam mengarungi kehidupan. Banyak orang sekarang ini bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang Ia inginkan, misalnya korupsi dan berbuat curang. Cerita berikut merupakan renungan untuk kita resapi bersama. Selengkapnya <a href="http://www.jawapos.co.id/metropolis/index.php?act=detail&amp;nid=99129" target="_blank">disini</a>.</p>
Posted in Opini, terusan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/swyuda.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/swyuda.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/swyuda.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/swyuda.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/swyuda.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/swyuda.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/swyuda.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/swyuda.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/swyuda.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/swyuda.wordpress.com/547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=547&subd=swyuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swyuda.wordpress.com/2009/11/10/pilih-gaji-besar-atau-hidup-tenang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0a5c277c4d25c277c15de202a718217?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.jawapos.co.id/imgall/1/imgori/99129large.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tubagus Ismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dilema Harga Rupiah</title>
		<link>http://swyuda.wordpress.com/2009/10/15/dilema-harga-rupiah/</link>
		<comments>http://swyuda.wordpress.com/2009/10/15/dilema-harga-rupiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 02:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi & Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[currency]]></category>
		<category><![CDATA[dilema]]></category>
		<category><![CDATA[dolar]]></category>
		<category><![CDATA[dollar]]></category>
		<category><![CDATA[kuat]]></category>
		<category><![CDATA[mata uang]]></category>
		<category><![CDATA[menguat]]></category>
		<category><![CDATA[rupiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swyuda.wordpress.com/2009/10/15/dilema-harga-rupiah/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Salah satu berita di Koran Kompas tanggal 14 okt 2009 dengan judul “Rupiah Bikin Resah” mengatakan “Penguatan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sangat dilematik. Bagi importir, penguatan ini menguntungkan. Bagi produsen berorientasi ekspor, penguatan ini justru mencemaskan karena daya saing industri rendah.”
 
Permasalahan tinggi rendahnya harga rupiah memang menjadi dilema, pemerintah pun merasa perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=546&subd=swyuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/10/rupiah.jpg"><img style="border-bottom:0;border-left:0;display:block;float:none;margin-left:auto;border-top:0;margin-right:auto;border-right:0;" title="rupiah" border="0" alt="rupiah" src="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/10/rupiah_thumb.jpg?w=429&#038;h=240" width="429" height="240" /></a> </p>
<p>Salah satu berita di Koran Kompas tanggal 14 okt 2009 dengan judul “Rupiah Bikin Resah” mengatakan “Penguatan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sangat dilematik. Bagi importir, penguatan ini menguntungkan. Bagi produsen berorientasi ekspor, penguatan ini justru mencemaskan karena daya saing industri rendah.”</p>
<p> <span id="more-546"></span>
<p>Permasalahan tinggi rendahnya harga rupiah memang menjadi dilema, pemerintah pun merasa perlu berhati-hati dengan menjaga nilai rupiah. Menjaga rupiah untuk tidak terlalu tinggi dengan mengeluarkan cadangan devisa untuk menahan laju kenaikan harga dolar. Pemerintah juga menjaga agar nilai rupiah tidak menjadi terlalu rendah, dengan cara mengonversikan rupiah menjadi mata uang lain atau mengurangi beredarnya mata uang rupiah di pasar.</p>
<p>Kecenderungan penguatan rupiah yang terjadi akhir-akhir ini, memang tidak bisa dihindari dengan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia. Terlebih lagi belum lama kemarin Presiden SBY, berhasil meyakinkan dunia internasional melalui pertemuan G-20 di Amerika. Kepercayaan dunia internasional juga terimbasi komitmen dan keberhasilan Indonesia dalam memerangi teroris. Dengan terbunuhnya gembong teroris dan ditangkap antek-anteknya.</p>
<p>Kembali kepada pokok permasalahan, apakah penguatan rupiah yang terlalu signifikan memberikan dampak negatif bagi Indonesia, jawabannya bisa iya bisa tidak, sebagai contoh dunia pertambangan khususnya minyak dan gas, dalam proses pengembangannya telah menginvestasikan dana dalam jumlah besar, tentunya banyak investasi tersebut dalam bentuk dolar, karena banyak peralatan yang masih dibeli dari luar negeri. Pada akhirnya dunia pertambangan mendambakan pendapatan yang besar dengan menikmati harga dolar dan harga minyak yang tinggi. Coba bayangkan apabila tiba-tiba rupiah menguat sehingga investasi besar yang telah digelontorkan tadi tidak hanya menjadi tidak ekonomis, tetapi ada kemungkinan merugi.</p>
<p>Ketidakpastian mengenai nilai tukar mata uang tidak terlepas dari ketergantungan Indonesia baik pemerintah maupun pelaku pasar terhadap dolar Amerika. Sehingga pada saat dolar mengalami penekanan seperti dalam kasus <em>Subprime Mortgage </em>, krisis ala Amerika, menyebabkan Indonesia dan negara-negara lainnya yang bergantung kepada dolar terkena imbas dari krisis tersebut, sehingga sedikit banyak Indonesia “membayari” utang Amerika. Kejadian tersebut menjadikan pelajaran bagi pemerintah untuk membuat wacana pengalihan ketergantungan terhadap dolar kepada mata uang lainnya, misalnya mata uang Cina atau Jepang.</p>
<p>Jika melihat jangka panjang penguatan rupiah memiliki dampak yang sangat baik pada kesejahteraan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Sebagai ilustrasi kira-kira seperti ini kita ambil contoh saja sepatu. Sepatu buatan Italia dibandingkan sepatu buatan Cibaduyut tentunya memiliki perbedaan harga yang sangat jauh, kenapa? apakah kualitas sepatu buatan Italia itu pasti lebih baik daripada buatan Cibaduyut, belum tentu, alasan yang paling bisa dilihat adalah harga produksi, salah satunya adalah tenaga kerja, penghasilan para pekerja pembuat sepatu di Italia bisa jadi 10x lebih besar dari di Cibaduyut. Artinya apabila akan membeli 1 pasang sepatu buatan Italia, maka harus dijual terlebih dahulu 10 pasang sepatu buatan Cibaduyut. Berarti kita harus membuang sumber daya alam kita lebih besar 10 kali lebih banyak untuk mendapatkan produk impor atau bekerja 10 kali lebih keras dibandingkan orang luar negeri untuk mendapatkan kualitas hidup yang sama.</p>
<p>Inti pemikirannya kira-kira seperti ini, daripada tergantung dengan mata uang lain, mungkin kita bangsa Indonesia, seharusnya lebih percaya diri, terutama kepada mata uangnya sendiri, yaitu rupiah. Artinya pelaku pasar khususnya para pengekspor seharusnya menjual barang dalam mata uang rupiah, daripada mengatakan minyak mentah Indonesia dalam 1 barel berharga US$ 75 , kenapa tidak mengatakan minyak mentah Indonesia dalam 1 barel berharga Rp. 700.000,- . Sehingga kecenderungan pasar akan lebih menghargai mata uang rupiah Indonesia. Apakah hal ini mungkin, pasti mungkin, sebagai contoh negara Jepang, mereka telah terbukti sangat menghargai mata uang mereka, sehingga pembelian dan penjualan negara lain terhadap Jepang dilakukan dengan mata uang yen.</p>
<p>Tergantung masing-masing kita dalam menghargai diri kita sendiri, anda mau memilih gaya hidup kebaratbaratan , atau lebih menghargai bangsa sendiri. Jika anda seorang eksportir juallah barang anda dalam rupiah, sehingga anda dan bangsa diuntungkan ketika rupiah menguat.</p>
Posted in Ekonomi &amp; Pemasaran, Personal, Politik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/swyuda.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/swyuda.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/swyuda.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/swyuda.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/swyuda.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/swyuda.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/swyuda.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/swyuda.wordpress.com/546/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/swyuda.wordpress.com/546/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/swyuda.wordpress.com/546/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=546&subd=swyuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swyuda.wordpress.com/2009/10/15/dilema-harga-rupiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0a5c277c4d25c277c15de202a718217?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/10/rupiah_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">rupiah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keterkaitan Antara Salam dan Sopan Santun</title>
		<link>http://swyuda.wordpress.com/2009/10/05/keterkaitan-antara-salam-dan-sopan-santun/</link>
		<comments>http://swyuda.wordpress.com/2009/10/05/keterkaitan-antara-salam-dan-sopan-santun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 01:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[salam]]></category>
		<category><![CDATA[sopan]]></category>
		<category><![CDATA[santun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swyuda.wordpress.com/2009/10/05/keterkaitan-antara-salam-dan-sopan-santun/</guid>
		<description><![CDATA[ Sebelum menelaah lebih jauh mengenai keterkaitan antara salam dan sopan santun, rasanya koq aku lebih tertarik untuk menuangkan cerita singkat terlebih dahulu. Singkat cerita, ini merupakan preface dari artikel yang akan aku tulis ini.
Suatu hari, ada seorang Umat Tuhan yang mengalami konflik dengan Umatnya yang lain. Ketika itu berawal dari mereka yang akan melakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=542&subd=swyuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/10/3676224395_0e6034c2d2.jpg"><img style="border-bottom:0;border-left:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;margin:0 10px 5px 0;" title="3676224395_0e6034c2d2" src="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/10/3676224395_0e6034c2d2_thumb.jpg?w=144&#038;h=240" border="0" alt="3676224395_0e6034c2d2" width="144" height="240" align="left" /></a> Sebelum menelaah lebih jauh mengenai keterkaitan antara salam dan sopan santun, rasanya koq aku lebih tertarik untuk menuangkan cerita singkat terlebih dahulu. Singkat cerita, ini merupakan <em>preface</em> dari artikel yang akan aku tulis ini.</p>
<blockquote><p><em>Suatu hari, ada seorang Umat Tuhan yang mengalami konflik dengan Umatnya yang lain. Ketika itu berawal dari mereka yang akan melakukan sebuah kunjungan rutin yang sedianya selalu mereka lakukan di penghujung minggu. Dalam perjalanan, salah satu Umat tersebut berkata kepada Umat yang lain <strong>mengapa kamu tidak mengucapkan Assalamu&#8217;alaikum</strong> ketika tadi kita hendak bertolak?, Umat yang lain menjawab bahwa <strong>[wahai saudaraku], untuk apa aku mengucap salam bagi kaum yang tidak menginginkan salam dariku atas kali ketiga dari salam-salam yang telah aku lontarkan pada mereka?</strong>. Sejenak kedua Umat tersebut terdiam dan kemudian dilanjutkan dengan percakapan singkat yang dimulai oleh salah seorang dari mereka; singkatnya Umat yang satu mengakhiri dengan suatu kesimpulan bahwa adalah suatu kesalahan bagi Umat tersebut dikarenakan ia tidak memberikan salam &#8220;Assalamu&#8217;alaikum&#8221; terhadap umat-umat lainnya; adapun kesalahan yang tercipta bahwa ia tidak mengedepankan sebuah norma masyarakat yang secara ritual [telah] mereka lakukan hingga detik ini. Umat lain berkesimpulan bahwa tidaklah ada keterkaitan antara [tidak memberikan] salam dengan [norma] sopan santun. Hingga konflik ini ditutup, kedua umat tersebut berusaha untuk menutup percakapan ini dengan masing-masing pendiriannya sekalipun mereka berusaha menekan gejolak gejolak emosi atas pandangan dan pendapatnya.</em></p></blockquote>
<p><span id="more-542"></span></p>
<p>Para Sahabat, Kolega, Saudara dan Orang yang dihormati, cerita diatas mengingatkan aku pada kisah-kisah teman atau bahkan mungkin tanpa disadari itu adalah kisahku sendiri. Namun, setelah mencari dasar-dasar teori terkait dan ilmu nasihat yang didapat dari oarang tua dan para orang tua, maka disini aku berniat untuk membahas secara tidak singkat namun berusaha untuk menganalisa dari kaca mata agama yang saya anut, yakni ISLAM.</p>
<p><strong>SALAM,</strong> adalah cara bagi seseorang untuk secara sengaja mengkomunikasikan kehadiran akan orang lain untuk menunjukkan perhatian, dan/atau untuk menegaskan atau menyarankan jenis hubungan atau status sosial antar individu atau kelompok orang yang berhubungan satu sama lain. Seperti juga cara komunikasi lain, salam juga sangat dipengaruhi budaya dan situasi dan dapat berubah akibat status dan hubungan sosial. Salam dapat diekspresikan melalui ucapan dan gerakan, atau gabungan dari keduanya. Salam sering, tapi tidak selalu, diikuti oleh percakapan.</p>
<p>Dalam konteks Islam, kata salam diucapkan dengan Assalamu&#8217;alaikum<br />
<strong>ASSALAMU&#8217;ALAIKUM</strong> itu sendiri adalah berasal dari bahasa Arab yang merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW dan memiliki arti <em>semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan, dan nestapa</em>. Hukum dari salam [assalamu'alaikum] itu sendiri adalah <span style="text-decoration:underline;">SUNNAH</span> bagi yang [mengawali] mengucapkan dan <span style="text-decoration:underline;">WAJIB</span> untuk menjawabnya bagi yang mendengarnya.</p>
<p>Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86:</p>
<blockquote><p><em>Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.</em></p></blockquote>
<p>Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik.</p>
<p>Dalam riwayat Rasullulah SAW yang disebutkan oleh Ibnu Jarir &amp; Ibnu Abi Hathim, Beliau mencontohkan kepada para pemberi salam yang terdiri dari 3 orang; pada mereka Beliau memberi salam yang selalu lebih panjang dari salam yang diterima Rasul. Namun kemudian, Rasullulah mengemukakan alasannya mengapa Beliau memberikan [jawaban] salam yang lebih panjang: “Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang lebih baik. Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang di jabarkan Allah di dalam Al-Qur’an.”</p>
<p>Di dalam ayat ini juga Allah SWT menggunakan kalimat obyektif tanpa menunjuk subyeknya. Dengan demikian Al-Qur’an mengajarkan etika membalas penghormatan. Disini secara tidak langsung kita diperintah untuk saling memberi salam. Tidak adanya subyek menunjukkan bahwa hal saling memberi salam adalah kebiasaan normal dan wajar yang selalu dilakukan oleh orang-orang beriman. Tentu saja yang mengawali mengucapkan salamlah yang lebih dekat kepada Allah SWT sebagaimana sudah dijelaskan diatas.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>Hasan Basri menyimpulkan bahwa:</strong><br />
<em>“ Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela, sedangkan membalasnya adalah kewajiban”</em>.<br />
Pada bagian kalimat terakhir Surat An-Nisa ayat 86, Allah SWT berfirman:</p>
<p><em>Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.</em></p>
<p>Disini, mendahului memberi salam dan membalasnya juga termasuk yang diperhitungkan. Maka kita hendaknya menyukai mendahului memberi salam. Sama halnya kita harus membalas salam demi menyenangkan Allah SWT dan menyuburkan kasih-sayang diantara kita semua.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Well, dari perspective pribadi dan menyambung kata kedua dalam subyek artikel ini, yaitu [Norma] SOPAN SANTUN bahwasanya kata ini memiliki definisi bahwa peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia di dalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari masyarakat itu. Norma kesopanan bersifat relatif, artinya apa yang dianggap sebagai norma kesopanan berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan, atau waktu.</p>
<p>Sedangkan sanksi bagi yang melanggar norma kesopanan adalah <strong>tidak tegas</strong>, tetapi dapat diberikan oleh masyarakat berupa cemoohan, celaan, hinaan, atau dikucilkan dan diasingkan dari pergaulan serta di permalukan.</p>
<p>Bagi aku, sanksi bagi orang yang tidak memberikan salam adalah tidak lebih berat daripada sanksi yang diterima bagi orang yang tidak menjawab salam. Disini, menurut sudut pandang aku, tidaklah lebih beriman bagi kita daripada hanya menjaga sopan santu daripada melalaikan nmenjawab salam [assalamu'alaikum]. Sanksi bagi orang yang mengesampingkan norma kesopanan hanyalah sebatas hubungan suatu umat terhadap umat lain. Namun, semua tergantung pada individu itu sendiri bagaimana ia bersikap dalam menyikapi arti kata Salam dan Sopan Santun tersebut.</p>
<p>So, semua kembali pada penilaian Anda, apakah terdapat keterkaitan yang signifikan apabila suatu individu tidak memberikan salam adalah individu yang masuk kedalam golongan orang-orang yang tidak memiliki SOPAN SANTUN?</p>
<p>Wallahualam Bisshawab, semua kembali kepada niat masing-masing untuk tetap terus mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupannya sehari-hari, karena semua itu TANGGUNG JAWAB masing-masing dari kalian kepada Sang Pencipta.</p>
<p>Memberi salam dan bersikap untuk sopan &amp; santun adalah sama-sama sebuah PILIHAN, namun keduanya tidak memiliki kedudukan yang sama di mata ALLAH akan tetapi keduanya memiliki nilai tambah bagi tabungan akhirat setiap individu. Nah, berbicara masalah tabungan, semua dikembalikan kepada keinginan setiap Umat yang ingin berlomba-lomba menabung dijalan ALLAH SWT. Bukanlah hak orang tua kita, bukan hak dari para suami kita, dan bukan juga hak para ulama-ulama yang dituakan agar kita [berlomba] menabung dijalan ALLAH SWT. Semua itu adalah HAK SETIAP UMAT untuk menentukan besar kecilnya tabungan [agama] mereka&#8230;&#8230;.</p>
<p>Have a great weekend guys!!</p>
<p>Wassalam<br />
<em></em></p>
<p><em>Main thinking paradigm: by FITRI<br />
Additional source: Wikipedia</em></p>
Posted in Islam, Opini  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/swyuda.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/swyuda.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/swyuda.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/swyuda.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/swyuda.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/swyuda.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/swyuda.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/swyuda.wordpress.com/542/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/swyuda.wordpress.com/542/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/swyuda.wordpress.com/542/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=542&subd=swyuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swyuda.wordpress.com/2009/10/05/keterkaitan-antara-salam-dan-sopan-santun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0a5c277c4d25c277c15de202a718217?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/10/3676224395_0e6034c2d2_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3676224395_0e6034c2d2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Serendipity</title>
		<link>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/27/serendipity/</link>
		<comments>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/27/serendipity/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 01:19:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film & Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[SDM]]></category>
		<category><![CDATA[beruntung]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspire]]></category>
		<category><![CDATA[langkah]]></category>
		<category><![CDATA[lucky]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[serendipity]]></category>
		<category><![CDATA[tidak menyerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swyuda.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Kita mengetahui, semua yang terjadi dengan kita telah diatur oleh yang diatas, memang sudah begitu jalannya atau memang harus begitu arahnya, terkadang kita menerima saja apa yang terjadi dengan kita, tapi percayakah anda dengan kebertuntungan yang dicari, maksud saya adalah keberuntungan ketika kita mencari sesuatu. Dalam padanan kata bahasa inggris disebut dengan Serendipity. Sampai saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=526&subd=swyuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a rel="attachment wp-att-528" href="http://swyuda.wordpress.com/2009/08/27/serendipity/serendipity/"><img class="alignleft size-medium wp-image-528" title="serendipity" src="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/08/serendipity.jpg?w=300&#038;h=236" alt="serendipity" width="300" height="236" /></a>Kita mengetahui, semua yang terjadi dengan kita telah diatur oleh yang diatas, memang sudah begitu jalannya atau memang harus begitu arahnya, terkadang kita menerima saja apa yang terjadi dengan kita, tapi percayakah anda dengan kebertuntungan yang dicari, maksud saya adalah keberuntungan ketika kita mencari sesuatu. Dalam padanan kata bahasa inggris disebut dengan Serendipity. Sampai saat ini sih sepertinya belum ada padanan bahasa Indonesianya.<span id="more-526"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#0000ff;">Serendipity is the effect by which one accidentally discovers something fortunate, especially while looking for something entirely unrelated</span>. The word has been voted as one of the ten English words that were hardest to translate in June 2004 by a British translation company. However, due to its sociological use, the word has been imported into many other languages &#8211; <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Serendipity" target="_blank">Wikipedia</a></p></blockquote>
<p>Sebelum menulis artikel ini, Saya jadi inget film lama yang pernah Saya tonton dengan judul yang sama, yaitu &#8220;Serendipity&#8221; dimana tokoh utamanya seorang pria dan wanita, dimana diawal film mereka bertemu sekali, dan ternyata memiliki kesan yang mendalam antar satu sama lainnya, kemudian mereka terpisah, tanpa ada sesuatu yang bisa menhubungkan mereka seperti no telp atau alamat rumah. Lebih dari separuh film berisi usaha mereka mencari satu sama lain, tapi karena suatu <em>twist of fate </em>atau <em>twist of the director </em>setiap hampir ketemu, secara kebetulan mereka tidak bisa ketemu, selama pencarian mereka memupuk perasaan suka mereka yang kemudian timbul menjadi rindu. Sampai akhirnya mereka bertemu, dalam perasaan yang penuh rasa kangen layaknya seorang kekasih. Mungkin jika mereka bertemu lebih cepat, mungkin mereka tidak akan berakhir bersama, karena tidak ada kesan yang mendalam, kira-kira seperti itulah serendipity, yaitu ketika mencari sesuatu, kita beruntung untuk menemukan sesuatu yang baik, that film is soo romantic, ehm&#8230; yeah I admit I like that kind girly stuff.</p>
<p>Begitu juga seharusnya kita menatap kehidupan ini, pencarian tiada akhir, err&#8230; atau pencarian dengan akhir, yang artinya kita terus mencari apa yang kita inginkan, sampai akhirnya kita cukup beruntung untuk menemukan sesuatu yang lebih baik dari apa yang kita cari. Jangan pernah menyerah, karena kita tidak akan pernah tau apabila sebenarnya kita cuman tertinggal beberapa langkah dari apa yang kita cari. You just have to want it bad enough. Jangan pernah menjadi orang pesimis, karena pesimis adalah sifat negatif yang membuat kita semakin jauh dari apa yang kita cari. Jodoh, Karir, Keturunan, Jabatan, Harta atau apapun itu apabila memang itu yang kita inginkan jangan pernah berhenti mengejarnya.</p>
<p>Photo Credit By: <a href="http://www.flickr.com/photos/kvac123/3211232401/" target="_blank">Just=Kelly @Flickr.com</a></p>
Posted in Film &amp; Musik, Personal, SDM  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/swyuda.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/swyuda.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/swyuda.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/swyuda.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/swyuda.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/swyuda.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/swyuda.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/swyuda.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/swyuda.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/swyuda.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=526&subd=swyuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/27/serendipity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0a5c277c4d25c277c15de202a718217?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/08/serendipity.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">serendipity</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Batik Indonesia</title>
		<link>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/26/sejarah-batik-indonesia/</link>
		<comments>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/26/sejarah-batik-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 02:58:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[terusan]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[history]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swyuda.wordpress.com/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[
Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.
Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=516&subd=swyuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a rel="attachment wp-att-517" href="http://swyuda.wordpress.com/2009/08/26/sejarah-batik-indonesia/batik_artist_by_donovandennis/"><img class="size-medium wp-image-517 alignleft" title="Batik_Artist_by_DonovanDennis" src="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/08/batik_artist_by_donovandennis.jpg?w=207&#038;h=300" alt="Batik Artist" width="207" height="300" /></a></p>
<p>Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.</p>
<p>Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.<span id="more-516"></span>Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.</p>
<p>Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.</p>
<p>Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.</p>
<h2>Jaman Majapahit</h2>
<p>Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.</p>
<p>Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.</p>
<p>Daerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat di Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo. Diluar daerah Kabupaten Mojokerto ialah di Jombang. Pada akhir abad ke-XIX ada beberapa orang kerajinan batik yang dikenal di Mojokerto, bahan-bahan yang dipakai waktu itu kain putih yang ditenun sendiri dan obat-obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi dan sebagainya.</p>
<p>Obat-obat luar negeri baru dikenal sesudah perang dunia kesatu yang dijual oleh pedagang-pedagang Cina di Mojokerto. Batik cap dikenal bersamaan dengan masuknya obat-obat batik dari luar negeri. Cap dibuat di Bangil dan pengusaha-pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya dipasar Porong Sidoarjo, Pasar Porong ini sebelum krisis ekonomi dunia dikenal sebagai pasar yang ramai, dimana hasil-hasil produksi batik Kedungcangkring dan Jetis Sidoarjo banyak dijual. Waktu krisis ekonomi, pengusaha batik Mojoketo ikut lumpuh, karena pengusaha-pengusaha kebanyakan kecil usahanya. Sesudah krisis kegiatan pembatikan timbul kembali sampai Jepang masuk ke Indonesia, dan waktu pendudukan Jepang kegiatan pembatikan lumpuh lagi. Kegiatan pembatikan muncul lagi sesudah revolusi dimana Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan.</p>
<p>Ciri khas dari batik Kalangbret dari Mojokerto adalah hampir sama dengan batik-batik keluaran Yogyakarta, yaitu dasarnya putih dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Yang dikenal sejak lebih dari seabad yang lalu tempat pembatikan didesa Majan dan Simo. Desa ini juga mempunyai riwayat sebagai peninggalan dari zaman peperangan Pangeran Diponegoro tahun 1825.</p>
<p>Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman Majapahait namun perkembangan batik mulai menyebar sejak pesat didaerah Jawa Tengah Surakarta dan Yogyakata, pada jaman kerajaan di daerah ini. Hal itu tampak bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipenagruhi corak batik Solo dan Yogyakarta.</p>
<p>Didalam berkecamuknya clash antara tentara kolonial Belanda dengan pasukan-pasukan pangeran Diponegoro maka sebagian dari pasukan-pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri kearah timur dan sampai sekarang bernama Majan. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan ini desa Majan berstatus desa Merdikan (Daerah Istimewa), dan kepala desanya seorang kiyai yang statusnya Uirun-temurun.Pembuatan batik Majan ini merupakan naluri (peninggalan) dari seni membuat batik zaman perang Diponegoro itu.</p>
<p>Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik karena warna babarannya merah menyala (dari kulit mengkudu) dan warna lainnya dari tom. Sebagai batik setra sejak dahulu kala terkenal juga didaerah desa Sembung, yang para pengusaha batik kebanyakan berasal dari Sala yang datang di Tulungagung pada akhir abad ke-XIX. Hanya sekarang masih terdapat beberapa keluarga pembatikan dari Sala yang menetap didaerah Sembung. Selain dari tempat-tempat tesebut juga terdapat daerah pembatikan di Trenggalek dan juga ada beberapa di Kediri, tetapi sifat pembatikan sebagian kerajinan rumah tangga dan babarannya batik tulis.</p>
<p>Jaman Penyebaran Islam<br />
Riwayat pembatikan di daerah Jawa Timur lainnya adalah di Ponorogo, yang kisahnya berkaitan dengan penyebaran ajaran Islam di daerah ini. Riwayat Batik. Disebutkan masalah seni batik didaerah Ponorogo erat hubungannya dengan perkembangan agama Islam dan kerajaan-kerajaan dahulu. Konon, di daerah Batoro Katong, ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong adik dari Raden Patah. Batoro Katong inilah yang membawa agama Islam ke Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid didaerah Patihan Wetan.</p>
<p>Perkembangan selanjutanya, di Ponorogo, di daerah Tegalsari ada sebuah pesantren yang diasuh Kyai Hasan Basri atau yang dikenal dengan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Pesantren Tegalsari ini selain mengajarkan agama Islam juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan, ilmu perang dan kesusasteraan. Seorang murid yang terkenal dari Tegalsari dibidang sastra ialah Raden Ronggowarsito. Kyai Hasan Basri ini diambil menjadi menantu oleh raja Kraton Solo.</p>
<p>Waktu itu seni batik baru terbatas dalam lingkungan kraton. Oleh karena putri keraton Solo menjadi istri Kyai Hasan Basri maka dibawalah ke Tegalsari dan diikuti oleh pengiring-pengiringnya. disamping itu banyak pula keluarga kraton Solo belajar dipesantren ini. Peristiwa inilah yang membawa seni bafik keluar dari kraton menuju ke Ponorogo. Pemuda-pemudi yang dididik di Tegalsari ini kalau sudah keluar, dalam masyarakat akan menyumbangkan dharma batiknya dalam bidang-bidang kepamongan dan agama.</p>
<p>Daerah perbatikan lama yang bisa kita lihat sekarang ialah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan sekarang dan dari sini meluas ke desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan, Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Waktu itu obat-obat yang dipakai dalam pembatikan ialah buatan dalam negeri sendiri dari kayu-kayuan antara lain; pohon tom, mengkudu, kayu tinggi. Sedangkan bahan kainputihnyajugamemakai buatan sendiri dari tenunan gendong. Kain putih import bam dikenal di Indonesia kira-kira akhir abad ke-19.</p>
<p>Pembuatan batik cap di Ponorogo baru dikenal setelah perang dunia pertama yang dibawa oleh seorang Cina bernama Kwee Seng dari Banyumas. Daerah Ponorogo awal abad ke-20 terkenal batiknya dalam pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha-pengusaha batik dari Banyumas dan Solo banyak memberikan pekerjaan kepada pengusaha-pengusaha batik di Ponorogo. Akibat dikenalnya batik cap maka produksi Ponorogo setelah perang dunia petama sampai pecahnya perang dunia kedua terkenal dengan batik kasarnya yaitu batik cap mori biru. Pasaran batik cap kasar Ponorogo kemudian terkenal seluruh Indonesia.</p>
<h2>Batik Solo dan Yogyakarta</h2>
<p>Dari kerjaan-kerajaan di Solo dan Yogyakarta sekitamya abad 17,18 dan 19, batik kemudian berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Awalnya batik hanya sekadar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. Namun perkembangan selanjutnya, pleh masyarakat batik dikembangkan menjadi komoditi perdagamgan.</p>
<p>Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya batik dalam proses cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”.</p>
<p>Sedangkan Asal-usul pembatikan didaerah Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-I dengan raj any a Panembahan Senopati. Daerah pembatikan pertama ialah didesa Plered. Pembatikan pada masa itu terbatas dalam lingkungan keluarga kraton yang dikerjakan oleh wanita-wanita pembantu ratu. Dari sini pembatikan meluas pada trap pertama pada keluarga kraton lainnya yaitu istri dari abdi dalem dan tentara-tentara. Pada upacara resmi kerajaan keluarga kraton baik pria maupun wanita memakai pakaian dengan kombonasi batik dan lurik. Oleh karena kerajaan ini mendapat kunjungan dari rakyat dan rakyat tertarik pada pakaian-pakaian yang dipakai oleh keluarga kraton dan ditiru oleh rakyat dan akhirnya meluaslah pembatikan keluar dari tembok kraton.</p>
<p>Akibat dari peperangan waktu zaman dahulu baik antara keluarga raja-raja maupun antara penjajahan Belanda dahulu, maka banyak keluarga-keluarga raja yang mengungsi dan menetap didaerah-daerah baru antara lain ke Banyumas, Pekalongan, dan kedaerah Timur Ponorogo, Tulungagung dan sebagainy a. Meluasny a daerah pembatikan ini sampai kedaerah-daerah itu menurut perkembangan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dimulai abad ke-18. Keluarga-keluarga kraton yang mengungsi inilah yang mengembangkan pembatikan seluruh pelosok pulau Jawa yang ada sekarang dan berkembang menurut alam dan daerah baru itu.</p>
<p>Perang Pangeran Diponegoro melawan Belanda, mendesak sang pangeran dan keluarganya serta para pengikutnya harus meninggalkan daerah kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah Timur dan Barat. Kemudian di daerah-daerah baru itu para keluarga dan pengikut pangeran Diponegoro mengembangkan batik.</p>
<p>Ke Timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulung Agung. Selain itu juga menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkem-bang di Banyumas, Pekalongan, Tegal, Cirebon.</p>
<h2>Perkembangan Batik di Kota-kota lain</h2>
<p>Perkembangan batik di Banyumas berpusat di daerah Sokaraja dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegero setelah selesa-inya peperangan tahun 1830, mereka kebanyakan menet-ap didaerah Banyumas. Pengikutnya yang terkenal waktu itu ialah Najendra dan dialah mengembangkan batik celup di Sokaraja. Bahan mori yang dipakai hasil tenunan sendiri dan obat pewama dipakai pohon tom, pohon pace dan mengkudu yang memberi warna merah kesemuan kuning.</p>
<p>Lama kelamaan pembatikan menjalar pada rakyat Sokaraja dan pada akhir abad ke-XIX berhubungan langsung dengan pembatik didaerah Solo dan Ponorogo. Daerah pembatikan di Banyumas sudah dikenal sejak dahulu dengan motif dan wama khususnya dan sekarang dinamakan batik Banyumas. Setelah perang dunia kesatu pembatikan mulai pula dikerjakan oleh Cina disamping mereka dagang bahan batik. .</p>
<p>Sama halnya dengan pembatikan di Pekalongan. Para pengikut Pangeran Diponegoro yang menetap di daerah ini kemudian mengembangkan usaha batik di sekitara daerah pantai ini, yaitu selain di daerah Pekalongan sendiri, batik tumbuh pesat di Buawaran, Pekajangan dan Wonopringgo. Adanya pembatikan di daerah-daerah ini hampir bersamaan dengan pembatikan daerah-daerah lainnya yaitu sekitar abad ke-XIX. Perkembangan pembatikan didaerah-daerah luar selain dari Yogyakarta dan Solo erat hubungannya dengan perkembangan sejarah kerajaan Yogya dan Solo.</p>
<p>Meluasnya pembatikan keluar dari kraton setelah berakhirnya perang Diponegoro dan banyaknya keluarga kraton yang pindah kedaerah-daerah luar Yogya dan Solo karena tidak mau kejasama dengan pemerintah kolonial. Keluarga kraton itu membawa pengikut-pengikutnya kedaerah baru itu dan ditempat itu kerajinan batik terus dilanjutkan dan kemudian menjadi pekerjaan untuk pencaharian.</p>
<p>Corak batik di daerah baru ini disesuaikan pula dengan keadaan daerah sekitarnya. Pekalongan khususnya dilihat dari proses dan designya banyak dipengaruhi oleh batik dari Demak. Sampai awal abad ke-XX proses pembatikan yang dikenal ialah batik tulis dengan bahan morinya buatan dalam negeri dan juga sebagian import. Setelah perang dunia kesatu baru dikenal pembikinan batik cap dan pemakaian obat-obat luar negeri buatan Jerman dan Inggris.</p>
<p>Pada awal abad ke-20 pertama kali dikenal di Pekajangan ialah pertenunan yang menghasilkan stagen dan benangnya dipintal sendiri secara sederhana. Beberapa tahun belakangan baru dikenal pembatikan yang dikerjakan oleh orang-orang yang bekerja disektor pertenunan ini. Pertumbuhan dan perkembangan pembatikan lebih pesat dari pertenunan stagen dan pernah buruh-buruh pabrik gula di Wonopringgo dan Tirto lari ke perusahaan-perusahaan batik, karena upahnya lebih tinggi dari pabrik gula.</p>
<p>Sedang pembatikan dikenal di Tegal akhir abad ke-XIX dan bahwa yang dipakai waktu itu buatan sendiri yang diambil dari tumbuh-tumbuhan: pace/mengkudu, nila, soga kayu dan kainnya tenunan sendiri. Warna batik Tegal pertama kali ialah sogan dan babaran abu-abu setelah dikenal nila pabrik, dan kemudian meningkat menjadi warna merah-biru. Pasaran batik Tegal waktu itu sudah keluar daerah antara lain Jawa Barat dibawa sendiri oleh pengusaha-pengusaha secara jalan kaki dan mereka inilah menurut sejarah yang mengembangkan batik di Tasik dan Ciamis disamping pendatang-pendatang lainnya dari kota-kota batik Jawa Tengah.</p>
<p>Pada awal abad ke-XX sudah dikenal mori import dan obat-obat import baru dikenal sesudah perang dunia kesatu. Pengusaha-pengusaha batik di Tegal kebanyakan lemah dalam permodalan dan bahan baku didapat dari Pekalongan dan dengan kredit dan batiknya dijual pada Cina yang memberikan kredit bahan baku tersebut. Waktu krisis ekonomi pembatik-pembatik Tegal ikut lesu dan baru giat kembali sekitar tahun 1934 sampai permulaan perang dunia kedua. Waktu Jepang masuk kegiatan pembatikan mati lagi.</p>
<p>Demikian pila sejarah pembatikan di Purworejo bersamaan adanya dengan pembatikan di Kebumen yaitu berasal dari Yogyakarta sekitar abad ke-XI. Pekembangan kerajinan batik di Purworejo dibandingkan dengan di Kebumen lebih cepat di Kebumen. Produksinya sama pula dengan Yogya dan daerah Banyumas lainnya.</p>
<p>Sedangkan di daerah Bayat, Kecamatan Tembayat Kebumen-Klaten yang letaknya lebih kurang 21 Km sebelah Timur kota Klaten. Daerah Bayat ini adalah desa yang terletak dikaki gunung tetapi tanahnya gersang dan minus. Daerah ini termasuk lingkungan Karesidenan Surakarta dan Kabupaten Klaten dan riwayat pembatikan disini sudah pasti erat hubungannya dengan sejarah kerajaan kraton Surakarta masa dahulu. Desa Bayat ini sekarang ada pertilasan yang dapat dikunjungi oleh penduduknya dalam waktu-waktu tertentu yaitu “makam Sunan Bayat” di atas gunung Jabarkat. Jadi pembatikan didesa Bayat ini sudah ada sejak zaman kerjaan dahulu. Pengusaha-pengusaha batik di Bayat tadinya kebanyakan dari kerajinan dan buruh batik di Solo.</p>
<p>Sementara pembatikan di Kebumen dikenal sekitar awal abad ke-XIX yang dibawa oleh pendatang-pendatang dari Yogya dalam rangka dakwah Islam antara lain yang dikenal ialah: PenghuluNusjaf. Beliau inilah yang mengembangkan batik di Kebumen dan tempat pertama menetap ialah sebelah Timur Kali Lukolo sekarang dan juga ada peninggalan masjid atas usaha beliau. Proses batik pertama di Kebumen dinamakan teng-abang atau blambangan dan selanjutnya proses terakhir dikerjakan di Banyumas/Solo. Sekitar awal abad ke-XX untuk membuat polanya dipergunakan kunir yang capnya terbuat dari kayu. Motif-motif Kebumen ialah: pohon-pohon, burung-burungan. Bahan-bahan lainnya yang dipergunakan ialah pohon pace, kemudu dan nila tom.</p>
<p>Pemakaian obat-obat import di Kebumen dikenal sekitar tahun 1920 yang diperkenalkan oleh pegawai Bank Rakyat Indonesia yang akhimya meninggalkan bahan-bahan bikinan sendiri, karena menghemat waktu. Pemakaian cap dari tembaga dikenal sekitar tahun 1930 yang dibawa oleh Purnomo dari Yogyakarta. Daerah pembatikan di Kebumen ialah didesa: Watugarut, Tanurekso yang banyak dan ada beberapa desa lainnya.</p>
<p>Dilihat dengan peninggalan-peninggalan yang ada sekarang dan cerita-cerita yang turun-temurun dari terdahulu, maka diperkirakan didaerah Tasikmalaya batik dikenal sejak zaman “Tarumanagara” dimana peninggalan yang ada sekarang ialah banyaknya pohon tarum didapat disana yang berguna un-tuk pembuatan batik waktu itu. Desa peninggalan yang sekarang masih ada pembatikan dikerja-kan ialah: Wurug terkenal dengan batik kerajinannya, Sukapura, Mangunraja, Maronjaya dan Tasikmalaya kota.</p>
<p>Dahulu pusat dari pemerintahan dan keramaian yang terkenal ialah desa Sukapura, Indihiang yang terletak dipinggir kota Tasikmalaya sekarang. Kira-kira akhir abad ke-XVII dan awal abad ke-XVIII akibat dari peperangan antara kerajaan di Jawa Tengah, maka banyak dari penduduk daerah: Tegal, Pekalongan, Ba-nyumas dan Kudus yang merantau kedaerah Barat dan menetap di Ciamis dan Tasikmalaya. Sebagian besar dari mereka ini adalah pengusaha-pengusaha batik daerahnya dan menuju kearah Barat sambil berdagang batik. Dengan datangnya penduduk baru ini, dikenallah selanjutnya pembutan baik memakai soga yang asalnya dari Jawa Tengah. Produksi batik Tasikmalaya sekarang adalah campuran dari batik-batik asal Pekalongan, Tegal, Banyumas, Kudus yang beraneka pola dan warna.</p>
<p>Pembatikan dikenal di Ciamis sekitar abad ke-XIX setelah selesainya peperangan Diponegoro, dimana pengikut-pengikut Diponegoro banyak yang meninggalkan Yogyakarta, menuju ke selatan. Sebagian ada yang menetap didaerah Banyumas dan sebagian ada yang meneruskan perjalanan ke selatan dan menetap di Ciamis dan Tasikmalaya sekarang. Mereka ini merantau dengan keluargany a dan ditempat baru menetap menjadi penduduk dan melanjutkan tata cara hidup dan pekerjaannya. Sebagian dari mereka ada yang ahli dalam pembatikan sebagai pekerjaan kerajinan rumah tangga bagi kaum wanita. Lama kelamaan pekerjaan ini bisa berkembang pada penduduk sekitarnya akibat adanya pergaulan sehari-hari atau hubungan keluarga. Bahan-bahan yang dipakai untuk kainnya hasil tenunan sendiri dan bahan catnya dibuat dari pohon seperti: mengkudu, pohon tom, dan sebagainya.</p>
<p>Motif batik hasil Ciamis adalah campuran dari batik Jawa Tengah dan pengaruh daerah sendiri terutama motif dan warna Garutan. Sampai awal-awal abad ke-XX pembatikan di Ciamis berkembang sedikit demi sedikit, dari kebutuhan sendiri menjadi produksi pasaran. Sedang di daerah Cirebon batik ada kaintannya dengan kerajaan yang ada di aerah ini, yaitu Kanoman, Kasepuahn dan Keprabonan. Sumber utama batik Cirebon, kasusnya sama seperti yang di Yogyakarta dan Solo. Batik muncul lingkungan kraton, dan dibawa keluar oleh abdi dalem yang bertempat tinggal di luar kraton. Raja-raja jaman dulu senang dengan lukisan-lukisan dan sebelum dikenal benang katun, lukisan itu ditempatkan pada daun lontar. Hal itu terjadi sekitar abad ke-XIII. Ini ada kaitannya dengan corak-corak batik di atas tenunan. Ciri khas batik Cirebonan sebagaian besar bermotifkan gambar yang lambang hutan dan margasatwa. Sedangkan adanya motif laut karena dipengaruhioleh alam pemikiran Cina, dimana kesultanan Cirebon dahulu pernah menyunting putri Cina. Sementra batik Cirebonan yang bergambar garuda karena dipengaruhi oleh motif batik Yogya dan Solo.</p>
<h2>Pembatikan di Jakarta</h2>
<p>Pembatikan di Jakarta dikenal dan berkembangnya bersamaan dengan daerah-daerah pembatikan lainnya yaitu kira-kira akhir abad ke-XIX. Pembatikan ini dibawa oleh pendatang-pendatang dari Jawa Tengah dan mereka bertempat tinggal kebanyakan didaerah-daerah pembatikan. Daerah pembatikan yang dikenal di Jakarta tersebar didekat Tanah Abang yaitu: Karet, Bendungan Ilir dan Udik, Kebayoran Lama, dan daerah Mampang Prapatan serta Tebet.</p>
<p>Jakarta sejak zaman sebelum perang dunia kesatu telah menjadi pusat perdagangan antar daerah Indonesia dengan pelabuhannya Pasar Ikan sekarang. Setelah perang dunia kesatu selesai, dimana proses pembatikan cap mulai dikenal, produksi batik meningkat dan pedagang-pedagang batik mencari daerah pemasaran baru. Daerah pasaran untuk tekstil dan batik di Jakarta yang terkenal ialah: Tanah Abang, Jatinegara dan Jakarta Kota, yang terbesar ialah Pasar Tanah Abang sejak dari dahulu sampai sekarang. Batik-batik produksi daerah Solo, Yogya, Banyumas, Ponorogo, Tulungagung, Pekalongan, Tasikmalaya, Ciamis dan Cirebon serta lain-lain daerah, bertemu di Pasar Tanah Abang dan dari sini baru dikirim kedaerah-daerah diluar Jawa. Pedagang-pedagang batik yang banyak ialah bangsa Cina dan Arab, bangsa Indonesia sedikit dan kecil.</p>
<p>Oleh karena pusat pemasaran batik sebagian besar di Jakarta khususnya Tanah Abang, dan juga bahan-bahan baku batik diperdagangkan ditempat yang sama, maka timbul pemikiran dari pedagang-pedagang batik itu untuk membuka perusahaan batik di Jakarta dan tempatnya ialah berdekatan dengan Tanah Abang. Pengusaha-pengusaha batik yang muncul sesudah perang dunia kesatu, terdiri dari bangsa cina, dan buruh-buruh batiknya didatangkan dari daerah-daerah pembatikan Pekalongan, Yogya, Solo dan lain-lain. Selain dari buruh batik luar Jakarta itu, maka diambil pula tenaga-tenaga setempat disekitar daerah pembatikan sebagai pembantunya. Berikutnya, melihat perkembangan pembatikan ini membawa lapangan kerja baru, maka penduduk asli daerah tersebut juga membuka perusahaan-perusahaan batik. Motif dan proses batik Jakarta sesuai dengan asal buruhnya didatangkan yaitu: Pekalongan, Yogya, Solo dan Banyumas.</p>
<p>Bahan-bahan baku batik yang dipergunakan ialah hasil tenunan sendiri dan obat-obatnya hasil ramuan sendiri dari bahan-bahan kayu mengkudu, pace, kunyit dan sebagainya. Batik Jakarta sebelum perang terkenal dengan batik kasarnya warnanya sama dengan batik Banyumas. Sebelum perang dunia kesatu bahan-bahan baku cambric sudah dikenal dan pemasaran hasil produksinya di Pasar Tanah Abang dan daerah sekitar Jakarta.</p>
<h2>Pembatikan di Luar Jawa</h2>
<p>Dari Jakarta, yang menjadi tujuan pedagang-pedagang di luar Jawa, maka batik kemudian berkembang di seluruh penjuru kota-kota besar di Indonesia yang ada di luar Jawa, daerah Sumatera Barat misalnya, khususnya daerah Padang, adalah daerah yang jauh dari pusat pembatikan dikota-kota Jawa, tetapi pembatikan bisa berkembang didaerah ini.</p>
<p>Sumatera Barat termasuk daerah konsumen batik sejak zaman sebelum perang dunia kesatu, terutama batik-batik produksi Pekalongan (saaingnya) dan Solo serta Yogya. Di Sumatera Barat yang berkembang terlebih dahulu adalah industri tenun tangan yang terkenal “tenun Silungkang” dan “tenun plekat”. Pembatikan mulai berkembang di Padang setelah pendudukan Jepang, dimana sejak putusnya hubungan antara Sumatera dengan Jawa waktu pendudukan Jepang, maka persediaan-persediaan batik yang ada pada pedagang-pedagang batik sudah habis dan konsumen perlu batik untuk pakaian sehari-hari mereka. Ditambah lagi setelah kemerdekaan Indonesia, dimana hubungan antara kedua pulau bertambah sukar, akibat blokade-blokade Belanda, maka pedagang-pedagang batik yang biasa hubungan dengan pulau Jawa mencari jalan untuk membuat batik sendiri.</p>
<p>Dengan hasil karya sendiri dan penelitian yang seksama, dari batik-batik yang dibuat di Jawa, maka ditirulah pembuatan pola-polanya dan ditrapkan pada kayu sebagai alat cap. Obat-obat batik yang dipakai juga hasil buatan sendiri yaitu dari tumbuh-tumbuhan seperti mengkudu, kunyit, gambir, damar dan sebagainya. Bahan kain putihnya diambilkan dari kain putih bekas dan hasil tenun tangan. Perusahaan batik pertama muncul yaitu daerah Sampan Kabupaten Padang Pariaman tahun 1946 antara lain: Bagindo Idris, Sidi Ali, Sidi Zakaria, Sutan Salim, Sutan Sjamsudin dan di Payakumbuh tahun 1948 Sdr. Waslim (asal Pekalongan) dan Sutan Razab. Setelah daerah Padang serta kota-kota lainnya menjadi daerah pendudukan tahun 1949, banyak pedagang-pedagang batik membuka perusahaan-perusahaan/bengkel batik dengan bahannya didapat dari Singapore melalui pelabuhan Padang dan Pakanbaru. Tetapi pedagang-pedagang batik ini setelah ada hubungan terbuka dengan pulau Jawa, kembali berdagang dan perusahaanny a mati.</p>
<p>Warna dari batik Padang kebanyakan hitam, kuning dan merah ungu serta polanya Banyumasan, Indramajunan, Solo dan Yogya. Sekarang batik produksi Padang lebih maju lagi tetapi tetap masih jauh dari produksi-produksi dipulau Jawa ini. Alat untuk cap sekarang telah dibuat dari tembaga dan produksinya kebanyakan sarung.</p>
<p><a href="http://www.gelarbatiknusantara.co.id/" target="_blank">Sumber</a></p>
<p><a href="http://donovandennis.deviantart.com/art/Batik-Artist-15251176">Gambar</a></p>
Posted in Design, Opini, terusan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/swyuda.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/swyuda.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/swyuda.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/swyuda.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/swyuda.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/swyuda.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/swyuda.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/swyuda.wordpress.com/516/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/swyuda.wordpress.com/516/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/swyuda.wordpress.com/516/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=516&subd=swyuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/26/sejarah-batik-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0a5c277c4d25c277c15de202a718217?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/08/batik_artist_by_donovandennis.jpg?w=207" medium="image">
			<media:title type="html">Batik_Artist_by_DonovanDennis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta versi Sayed Qutb</title>
		<link>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/06/cinta-versi-sayed-qutb/</link>
		<comments>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/06/cinta-versi-sayed-qutb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 01:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku & Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[terusan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swyuda.wordpress.com/?p=508</guid>
		<description><![CDATA[oleh Nawawi Muhammad
Ya Allah ,
Jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yg melabuhkan cintanya pada-Mu,
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin,
Jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.
Ya Allah,
Jika aku jatuh hati,
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yg hatinya tertaut pada-Mu,
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana,
Jika aku jatuh hati,
Jagalah hatiku padanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=508&subd=swyuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3>oleh Nawawi Muhammad</h3>
<p><a rel="attachment wp-att-509" href="http://swyuda.wordpress.com/2009/08/06/cinta-versi-sayed-qutb/love_mosaic/"><img class="alignleft size-full wp-image-509" title="love_mosaic" src="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/08/love_mosaic.jpg?w=240&#038;h=240" alt="love_mosaic" width="240" height="240" /></a>Ya Allah ,<br />
Jika aku jatuh cinta,<br />
Cintakanlah aku pada seseorang yg melabuhkan cintanya pada-Mu,<br />
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.</p>
<p>Ya Muhaimin,<br />
Jika aku jatuh cinta,<br />
Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.</p>
<p>Ya Allah,<br />
Jika aku jatuh hati,<br />
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yg hatinya tertaut pada-Mu,<br />
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.</p>
<p><span id="more-508"></span>Ya Rabbana,<br />
Jika aku jatuh hati,<br />
Jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.</p>
<p>Ya Rabbul Izati,<br />
Jika aku rindu,<br />
Rindukanlah aku pada seseorang yg merindui syahid di jalan-Mu.</p>
<p>Ya Allah,<br />
jika aku rindu,<br />
Jagalah rinduku padanya agar tidak lalai akan merindukan surga-MU</p>
<p>Ya Allah ,<br />
Jika akau menikmati cinta kekasih-Mu,<br />
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu</p>
<p>Ya Allah ‘<br />
jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,<br />
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.</p>
<p>Ya Allah,<br />
Jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,<br />
Jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kpd-Mu.</p>
<p>Ya Allah,<br />
Engkau mengetahui bahwa hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,<br />
Telah berjumpa pada taat pada-Mu,<br />
Telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,<br />
Telah berpadu dalam  membela syariah-Mu.<br />
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.<br />
Kekalkanlah cintanya.<br />
Tunjukkanlah jalan-jalannya.<br />
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yg tiada pernah pudar.<br />
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan<br />
Keindahan bertawakal di jalan-Mu. (Afzan M Wahab)</p>
<p>dari <em>eMail Berantai</em><br />
Pic by <strong><a title="Link to marie-ll's photostream" rel="dc:creator cc:attributionURL" href="http://www.flickr.com/photos/grrrl/383175308/" target="_blank"><strong>marie-ll</strong></a></strong></p>
Posted in Buku &amp; Sastra, Islam, Opini, terusan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/swyuda.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/swyuda.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/swyuda.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/swyuda.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/swyuda.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/swyuda.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/swyuda.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/swyuda.wordpress.com/508/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/swyuda.wordpress.com/508/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/swyuda.wordpress.com/508/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=508&subd=swyuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/06/cinta-versi-sayed-qutb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0a5c277c4d25c277c15de202a718217?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/08/love_mosaic.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">love_mosaic</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>One Percent Inspiration</title>
		<link>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/03/one-percent-inspiration/</link>
		<comments>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/03/one-percent-inspiration/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 06:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[terusan]]></category>
		<category><![CDATA[inspiration]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swyuda.wordpress.com/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Andy Rutledge, in his recent (imagine this) hardline post On Inspiration, says (among other things) that:
Our designer culture habitually applies the terms inspiration (or inspired) as a shibboleth for anything deemed worthwhile &#8230; our online culture is choked to the gills with &#8220;sources of inspiration.&#8221;
While I tend to soften hard lines and I&#8217;m not down [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=505&subd=swyuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Andy Rutledge, in his recent (imagine this) hardline post <em><a href="http://www.andyrutledge.com/on-inspiration.php">On Inspiration</a></em>, says (among other things) that:</p>
<blockquote><p>Our designer culture habitually applies the terms <em>inspiration</em> (or <em>inspired</em>) as a shibboleth for anything deemed worthwhile &#8230; our online culture is choked to the gills with &#8220;sources of inspiration.&#8221;</p></blockquote>
<p><span id="more-505"></span>While I tend to soften hard lines and I&#8217;m not down with everything Andy is saying elsewhere in the article, the prior quotes are ones I appreciate. Here are a few more thoughts that Andy puts forward that I can agree with:</p>
<h3>Inspiration Is</h3>
<ul>
<li>Inspiration is easily cheapened and sold via designer hyperbole.</li>
<li>Inspiration is exuded in action, not just talk, not just observation.</li>
<li>Inspiration is different than motivation and less easy to come by.</li>
</ul>
<h3>Inspiration Is Not</h3>
<ul>
<li>Inspiration is not the feeling you get when you like someone&#8217;s design.</li>
<li>Inspiration is not a requirement, it&#8217;s a bonus.</li>
<li>Inspiration is not simply paying attention to things other people ignore or can&#8217;t grasp.</li>
</ul>
<div id="continue">
<h3 style="margin:0 0 10px;">Meeting with Inspiration</h3>
<p>I couldn&#8217;t help but be reminded of Edison&#8217;s quote that <em><strong>&#8220;genius is one percent inspiration and 99 percent perspiration.&#8221;</strong></em> Perhaps Edison would also say that design (as well as genius)  is less about inspiration and more about a whole lot of other things that don&#8217;t get their due credit.</p>
<p>Perhaps, but if that&#8217;s the case, how might we still meet with inspiration on those rare instances? Andy says <em>&#8220;I have no idea&#8221;</em> while the Viget design team simply says <em>&#8220;Visit our blog. I mean look at its name.&#8221;</em> Pause. Anyway, I&#8217;ll buy that inspiration isn&#8217;t simply something to be gained or stumbled upon or hoarded among our tag groups. Maybe it&#8217;s a bit more elevated, a bit more <em>divine</em> than we make it out to be.</p>
<h3 style="margin:0 0 10px;">Another Definition</h3>
<p>While there wasn&#8217;t extensive thought around our blog&#8217;s name or a team consensus on what our definition of inspiration is, I imagine we&#8217;d define it more like this:</p>
<p><strong><em>Arousal of the mind to unusual activity or creativity. Elevated intuition as a part of solving a problem.</em></strong></p>
<p>This certainly makes inspiration a bit more accessible, more easy. Ultimately, I guess it does come down to how you define it &#8230; but I do like the idea of having some, even if it&#8217;s only once in a while.</p>
<p><a href="http://www.viget.com/inspire/one-percent-inspiration/" target="_blank">Source</a></div>
Posted in Design, Opini, terusan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/swyuda.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/swyuda.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/swyuda.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/swyuda.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/swyuda.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/swyuda.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/swyuda.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/swyuda.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/swyuda.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/swyuda.wordpress.com/505/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=505&subd=swyuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/03/one-percent-inspiration/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0a5c277c4d25c277c15de202a718217?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pekerja Rumah Tangga</title>
		<link>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/03/pekerja-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/03/pekerja-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 05:28:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[SDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swyuda.wordpress.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Dasar Pemikiran Standar Ketenagakerjaan International Untuk Pekerja Rumah Tangga
Dasar pemikiran untuk mendukung sebuah konvensi ketenagakerjaan internasional dan sebuah rekomendasi yang terkait mengenai hak-hak ketenagakerjaan pekerja rumah tangga meliputi:
Pekerja rumah tangga merepresentasikan satu kelompok terbesar pekerja yang tak terlindungi, dan satu kelompok terbesar pekerja perempuan berbayar yang bekerja di dalam rumah tangga orang lain di negara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=503&subd=swyuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3>Dasar Pemikiran Standar Ketenagakerjaan International Untuk Pekerja Rumah Tangga</h3>
<p>Dasar pemikiran untuk mendukung sebuah konvensi ketenagakerjaan internasional dan sebuah rekomendasi yang terkait mengenai hak-hak ketenagakerjaan pekerja rumah tangga meliputi:</p>
<p style="text-align:justify;">Pekerja rumah tangga merepresentasikan satu kelompok terbesar pekerja yang tak terlindungi, dan satu kelompok terbesar pekerja perempuan berbayar yang bekerja di dalam rumah tangga orang lain di negara mereka sendiri atupun di luar negeri, yang dikecualikan dari undang-undang ketenagakerjaan di sebagian besar negara dan seringkali ditolak hak-hak dasarnya seperti kebebasan berserikat dan perlindungan dari diskriminasi, pekerja anak dan pelbagai kondisi kerja paksa.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-503"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pekerja rumah tangga membuat pekerja lain dan keluarganya mampu meningkatkan standar hidup mereka dengan  melakukan perawatan terhadap rumah-rumah mereka, dan para anggota rumah tangga (anak-anak, orang lanjut usia, orang sakit, dan orang cacat).</p>
<p style="text-align:justify;">Di pelbagai negara, seperti sebagian besar negara Asia dan Arab, di mana kebijakan social tidak mencakup kebutuhan pekerja dan keluarganya akan perawatan, pekerja rumah tangga melaksanakan perawatan rumah tangga yang banyak dibutuhkan tersebut sehingga memungkinkan kaum perempuan di dalam rumah tangga menjadi atau terus aktif secara ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktanya, jika tidak diberikan oleh pekerja rumah tangga, jasa yang diperlukan oleh rumah tangga akan menghabiskan biaya berlipat-lipat lebih banyak jika disewa dari penyedia jasa berbasis pasar, (binatu, katering, penitipan anak, panti jompo, dll.)</p>
<p style="text-align:justify;">Karena pekerjaanya dilakukan di rumah-rumah pribadi, yang di banyak negara tidak dianggap sebagai tempat kerja, hubungan kerja mereka tidak dicakup di dalam undang-undang ketenagakerjaan nasional atau di dalam undang-undang lainnya, sehingga membuat mereka tidak diakui sebagai pekerja yang berhak atas perlindungan pekerja. Namun, beberapa negara Asia, seperti Filipina dan Hongkong, telah meloloskan undang-undang mengenai pekerjaan rumah tangga yang membuat cakupan perlindungan pekerja menjangkau pekerja rumah tangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Kerentanan khusus pekerja rumah tangga terhadap pelecehan dan eksploitasi dengan tiadanya perlindungan pekerja dan inspeksi tempat kerja, serta beragamnya ketentuan kerja, metode pengupahan, jam kerja dan aspek-aspek lain dari kondisi kerja mereka membutuhkan pertimbangan dan standar tersendiri yang diadaptasikan pada kondisi mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Telah lama ILO mengemukakan perlunya pemberian perhatian khusus terhadap pekerja rumah tangga. Faktanya, Konfrensi International Labour. Conference secara reguler telah menyerukan dilakukannya penyusunan standar untuk pekerja rumah tanggasejak tahun 1936 hingga kini.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, perhatian terhadap pelbagai aspek utama pekerjaan rumah tangga di dalam hukum internasional, termasuk pelbagai konvensi ILO yang telah ada, tetap saja tidak memadai. Faktanya, sejumlah konvensi ILO memperbolehkan pengecualian kategori pekerja ini dari cakupan ketentuan-ketentuan mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak pekerja rumah tangga yang merupakan perempuan migran’ Di negara asal mereka’ banyak dari mereka yang memiliki kualifikasi yang jauh lebih tinggi dari pada yang dipersyaratkan untuk pekerja rumah tangga tetapi realitas sosial dan kebutuhan akan uang untuk bertahan hidup memaksa para perempuan tersebut untuk mau pergi dan bekerja sebagai pekerja rumah tangga dengan kondisi kerja yang pasti terkait dengan kondisi hidup dan perlakuan secara umum membuat mereka rentan terhadap pelecehan dan eksploitasi tenaga kerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Terdapat jutaan pekerja rumah tangga di negara-negara Asia dan Arab. Sebagian besar merupakan perempuan Asia dan perempuan Afrika dari keluarga miskin yang meninggalkan rumah dan orang-orang yang mereka sayangi untuk bekerja dengan upah yang sangat rendah dan secara total bergantung kepada majikan/sponsor mereka. Mereka dikecualikan dari hak-hak ketenagakerjaan nasional di sebagian besar negara Asia dan Arab dengan status ganda mereka sebagai migran dan pekerja rumah tangga</p>
<p style="text-align:justify;">Di banyak negara, pekerjaan rumah tangga dianggap bentuk pekerja anak yang paling berbahaya, karena itu  kecenderungan tedadinya pelecehan dan eksploitasi di rumah-rumah pribadi. Namun di banyak negara, anak-anak berusia lima tahun bekerja sepanjang hari di dalam rumah tangga, tanpa kesempatan untuk belajar, bermain dan<br />
berkembang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejumlah pemerintah baru-baru ini memulai langkah untuk membuat kebijakan nasional dan perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga dan sejumlah pemerintah lainnya sedang mempertimbagkan untuk melakukan hal yang sama. Standar internasional, pada saatnya, akan memberikan arahan bagi langkah-langkah semacam itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan asli artikel ini dan tulisan lainnya tentang ketenagakerjaan dapat juga di akses langsung melalui link: <a href="http://iftidayasar.blogspot.com/2009/07/iftida-mewakili-apindo-dengan-dukungan.html">Iftida Mewakili APINDO dengan Dukungan KADIN dalam PENYUSUNAN STANDAR INTERNASIONAL UNTUK PEKERJA RUMAH TANGGA</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://indosdm.com/dasar-pemikiran-standar-ketenagakerjaan-international-untuk-pekerja-rumah-tangga">Sumber</a></p>
Posted in SDM  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/swyuda.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/swyuda.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/swyuda.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/swyuda.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/swyuda.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/swyuda.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/swyuda.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/swyuda.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/swyuda.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/swyuda.wordpress.com/503/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=503&subd=swyuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swyuda.wordpress.com/2009/08/03/pekerja-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0a5c277c4d25c277c15de202a718217?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prince of Persia: Movie Poster</title>
		<link>http://swyuda.wordpress.com/2009/07/22/prince-of-persia-movie-poster/</link>
		<comments>http://swyuda.wordpress.com/2009/07/22/prince-of-persia-movie-poster/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 04:42:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Film & Musik]]></category>
		<category><![CDATA[movie. poster]]></category>
		<category><![CDATA[pop]]></category>
		<category><![CDATA[prince of persia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swyuda.wordpress.com/2009/07/22/prince-of-persia-movie-poster/</guid>
		<description><![CDATA[Hope the movie as good as the game

Posted in Design, Film &#38; Musik       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=501&subd=swyuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hope the movie as good as the game</p>
<p><a rel="attachment wp-att-500" href="http://swyuda.wordpress.com/2009/07/22/prince-of-persia-movie-poster/princeofpersia-poster-457x678/"><img class="alignleft size-full wp-image-500" title="princeofpersia-poster-457x678" src="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/07/princeofpersia-poster-457x678.jpg?w=457&#038;h=678" alt="princeofpersia-poster-457x678" width="457" height="678" /></a></p>
Posted in Design, Film &amp; Musik  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/swyuda.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/swyuda.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/swyuda.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/swyuda.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/swyuda.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/swyuda.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/swyuda.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/swyuda.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/swyuda.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/swyuda.wordpress.com/501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=501&subd=swyuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swyuda.wordpress.com/2009/07/22/prince-of-persia-movie-poster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0a5c277c4d25c277c15de202a718217?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/07/princeofpersia-poster-457x678.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">princeofpersia-poster-457x678</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Our First Anniversary</title>
		<link>http://swyuda.wordpress.com/2009/07/18/our-first-anniversary/</link>
		<comments>http://swyuda.wordpress.com/2009/07/18/our-first-anniversary/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 07:13:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yuda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[anniversary]]></category>
		<category><![CDATA[first]]></category>
		<category><![CDATA[nia]]></category>
		<category><![CDATA[perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>
		<category><![CDATA[yuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://swyuda.wordpress.com/?p=495</guid>
		<description><![CDATA[13 Juli 2009, mungkin buat sebagian orang hari ini adalah hari biasa seperti hari lainnya, tapi buat kami berdua, Saya dan istri hari ini adalah hari istimewa, karena hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang pertama.
Walaupun kami tidak melewatinya secara istimewa, tapi kami bersyukur begitu besar rahmat yang telah Allah limpahkan kepada kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=495&subd=swyuda&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a rel="attachment wp-att-496" href="http://swyuda.wordpress.com/2009/07/18/our-first-anniversary/anniversary/"><img class="alignleft size-full wp-image-496" title="anniversary" src="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/07/anniversary.jpg?w=210&#038;h=210" alt="anniversary" width="210" height="210" /></a>13 Juli 2009, mungkin buat sebagian orang hari ini adalah hari biasa seperti hari lainnya, tapi buat kami berdua, Saya dan istri hari ini adalah hari istimewa, karena hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang pertama.<span id="more-495"></span></p>
<p>Walaupun kami tidak melewatinya secara istimewa, tapi kami bersyukur begitu besar rahmat yang telah Allah limpahkan kepada kami dalam satu tahun kami bersama dalam ikatan pernikahan, termasuk hadirnya si buah hati di tengah-tengah kami.</p>
<p>Mama Saya pagi tadi menelpon istri dan mengucapkan selamat atas ulang tahun pertama kami, dengan perasaaan kaget, bercampur bahagia istri pun mengucapkan terima kasih. Mama berpesan bahwa lima tahun pertama biasanya adalah yang sulit dalam pernikahan, karenanya Ia juga berpesan untuk selalu bersabar dan rukun dalam berumah tangga.</p>
<p>Hari ini juga diperingati oleh Krispy Kreme Dougnuts untuk ulang tahunnya yang ke 72, dengan memberikan discount 50% khusus untuk pembelanjaan hari ini. Jadi berpikir, bagaimana caranya untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain dalam hari bahagia ini, apa memberikan 50% lebih banyak senyuman buat orang lain dari hari biasanya.</p>
<p>Terima kasih buat istriku yang telah menemaniku selama 1 tahun terakhir ini, memang perjalanan kita belum jauh, dan tentunya banyak kerikil dan lubang yang kita tempuh bersama, terima kasih juga buat keluarga, rekan-rekan dan sahabat karena berkat dukungan dan doa kalian kami bisa mencapai  sekarang ini, dan yang paling utama terima kasih ya Allah.</p>
Posted in Personal  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/swyuda.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/swyuda.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/swyuda.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/swyuda.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/swyuda.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/swyuda.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/swyuda.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/swyuda.wordpress.com/495/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/swyuda.wordpress.com/495/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/swyuda.wordpress.com/495/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=swyuda.wordpress.com&blog=4619321&post=495&subd=swyuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://swyuda.wordpress.com/2009/07/18/our-first-anniversary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0a5c277c4d25c277c15de202a718217?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Yuda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://swyuda.files.wordpress.com/2009/07/anniversary.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anniversary</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>