Doa Yang Mengancam

Posted: 13 Oktober 2008 in Islam, Movie & Music
Tag:, , , , , , , ,

Waktu nonton “Laskar Pelangi”, pada awal sebelum film dimulai disisipkan trailer Film “Do’a Yang Mengancam”, sekilas menarik juga trailer film ini, juga dengan melihat tema yang diambil dan mengetahui sutradaranya “Hanung Bramantyo”, akhirnya memutuskan untuk nonton nih film. Pemeran utama film ini adalah Aming dan Titi Kamal, ngak yangka juga nih si Aming dari Extravaganza sukses juga memerankan tampang serius dan depresi.

Awalnya film ini diawali dengan situasi hiruk pikuk di pasar, lengkap dengan adegan pembantaian ayam dan alas pasar yang becek dan jorok, juga diiringi musik latin, yang membuat penggambarannya menjadi lengkap, hidup dan sedikit kikuk. Kemudian dilanjutkan dengan kemunculan sang pemeran utama yang kurus ceking dan menjadi seorang kuli angkat, yang hidupnya susah dan dipenuhi dengan utang. Sedikit sinopsis (hati2 dengan spoiler) bisa dibaca di 21cineplex.com, juga bisa lihat trailernya.

Satu hal yang bisa dipelajari dari film ini, yaitu terkadang manusia tidak tau apa yang dimintanya atau yang diinginkannya baik atau tidak untuk dirinya, sehingga sudah sepatutnya ia harus mensyukuri segala yang ia miliki, berusaha dan meminta hanya yang terbaik untuk dirinya.

Ini film memiliki tingkat seni perfileman yang tinggi, pengambilan setting suasana, pewarnaan, musik latar, pembawaan pemainnya yang ciamik dan juga ceritanya yang tidak kalah menarik. Mungkin bagian yang sedikit agak berlebihan waktu si Aming ada di diskotik, tapi lainnya membuat film ini sangat layak ditonton, walaupun tidak untuk lebih dari satu kali. Sekali lagi acungan jempol untuk perfilman Indonesia.

Komentar
  1. Muhammad Rachmat mengatakan:

    Doa Yang Mengancam !

    Saya sakit Hati. Wajah Islam dalam film indonesia kumuh, kampungan sisipan lipstik. Ayat Qur’an hanya untuk mengusir setan !

  2. Yuda mengatakan:

    Hmm… kayaknya harus nonton film ini deh mas, topik film-nya bukan tentang setan atau horor kok, kesan kumuh mungkin iya, tapi bukan keislamannya yang kumuh, tapi memang gambaran fenomena karakternya.

    Dan doa disini bukan untuk mengusir setan, tapi untuk mencapai apa yang kita inginkan, pesan dari film ini bagus kok, tidak hanya cukup berusaha, harus diiringi dengan doa, untuk bisa mencapai apa yang kita inginkan.

  3. vizon mengatakan:

    Film ini menunjukkan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap doa-doa yang kita panjatkan. Pengabulan doa, ternyata dilakukan Tuhan dengan cara yang berbeda-beda; langsung, ditunda atau dengan bentuk lain. Sebagai manusia, kita harus sadar sepenuhnya bahwa semua yang kita dapati ini adalah anugerah dari Tuhan. Yang membedakan antara orang sholeh dengan tidak adalah sikapnya dalam menerima anugerah itu. Film ini mengajarkan kita tentang itu.

    “Usaha tanpa doa adalah kesombongan, doa tanpa usaha adalah kesia-siaan“

  4. Yuda mengatakan:

    @vizon
    Nice, well said!

  5. aureliaclaresta mengatakan:

    wah, jadi tertarik… baru tahu sekarang kalo ternyata cukup baik untuk ditonton🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s