Hidup Seperti di Jalan Raya

Posted: 4 November 2008 in Opinion, Tips
Tag:, , , , , ,

tol Bayangkan anda berada di jalan raya yang padat, mobil, truk, dan bus memenuhi disamping kiri, kanan, dan depan anda. Semua kendaraan saling berlomba-lomba mencapai tempat tujuan. Hidup kita seperti padatnya jalan raya di kota Jakarta, kita tidak tahu apa yang akan menimpa kita. Berikut hasil perenungan di macetnya kota Jakarta.

Ketika kita berada di jalan raya kita merasa bahwa terkadang kita sendiri di keramaian, begitu juga dengan hidup, didalam dunia yang ramai ini terkadang kita harus sadar harus berjuang sendiri dalam mencapai tujuan kita.

Dalam satu mobil bisa ada teman, istri, pacar atau keluarga yang menemani kita di perjalanan, tetapi tetap saja kita yang membawa mobil, kita yang harus menentukan jalan mana yang akan kita pilih, walaupun dapat masukan dari penumpang lainnya, kita yang bertanggung jawab atas keselamatan penumpang kita.

(Silahkan ditambahkan di komentar,  analogi apa antara jalan raya dengan kehidupan…)

Komentar
  1. Yuda mengatakan:

    Berada di 4 lajur tol, berada di jalur paling kanan, melihat lajur disebelah tersalip beberap mobil akhirnya memutuskan untuk pindah ke jalur sebelah kiri, sampai disana ternyata jalur yang tadi kita tinggalkan melaju jauh lebih kencang, bahkan kita tidak punya kesempatan lagi untuk kembali ke jalur tersebut, tanpa ketinggalan banyak mobil. Begitu juga dengan kehidupan terkadang kita melihat orang diposisi lain lebih enak dari kita sekarang, tetapi ketika memutuskan untuk berada diposisinya, kita baru tahu ternyata posisi kita sebelumnya lebih baik, dan sudah terlambat untuk kita kembali keposisi tersebut.

  2. Yuda mengatakan:

    Terkadang ketika mengalami masalah dengan kendaraan di Jalan, biasanya ada orang yang menawarkan bantuan, masalahnya Anda tidak tahu apakah bantuan tersebut tulus atau ingin memanfaatkan Anda, begitu juga dengan kehidupan.

  3. Yuda mengatakan:

    Kehidupan, seperti juga jalan raya, kita merasa karena telah melalui jalan tersebut setiap hari, kita mengetahui apa yang akan kita hadapi, lampu merah, macet, lubang, bahkan kita mengetahui berapa menit yang kita perlukan untuk mengetahui jalan tersebut, begitu pula kehidupan, semakin kita tua dan menjalani hidup kita, semakin kita berpengalaman untuk menghadapi tantangan kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s