Keterkaitan Antara Salam dan Sopan Santun

Posted: 5 Oktober 2009 in Islam, Opinion
Tag:, ,

3676224395_0e6034c2d2 Sebelum menelaah lebih jauh mengenai keterkaitan antara salam dan sopan santun, rasanya koq aku lebih tertarik untuk menuangkan cerita singkat terlebih dahulu. Singkat cerita, ini merupakan preface dari artikel yang akan aku tulis ini.

Suatu hari, ada seorang Umat Tuhan yang mengalami konflik dengan Umatnya yang lain. Ketika itu berawal dari mereka yang akan melakukan sebuah kunjungan rutin yang sedianya selalu mereka lakukan di penghujung minggu. Dalam perjalanan, salah satu Umat tersebut berkata kepada Umat yang lain mengapa kamu tidak mengucapkan Assalamu’alaikum ketika tadi kita hendak bertolak?, Umat yang lain menjawab bahwa [wahai saudaraku], untuk apa aku mengucap salam bagi kaum yang tidak menginginkan salam dariku atas kali ketiga dari salam-salam yang telah aku lontarkan pada mereka?. Sejenak kedua Umat tersebut terdiam dan kemudian dilanjutkan dengan percakapan singkat yang dimulai oleh salah seorang dari mereka; singkatnya Umat yang satu mengakhiri dengan suatu kesimpulan bahwa adalah suatu kesalahan bagi Umat tersebut dikarenakan ia tidak memberikan salam “Assalamu’alaikum” terhadap umat-umat lainnya; adapun kesalahan yang tercipta bahwa ia tidak mengedepankan sebuah norma masyarakat yang secara ritual [telah] mereka lakukan hingga detik ini. Umat lain berkesimpulan bahwa tidaklah ada keterkaitan antara [tidak memberikan] salam dengan [norma] sopan santun. Hingga konflik ini ditutup, kedua umat tersebut berusaha untuk menutup percakapan ini dengan masing-masing pendiriannya sekalipun mereka berusaha menekan gejolak gejolak emosi atas pandangan dan pendapatnya.

Para Sahabat, Kolega, Saudara dan Orang yang dihormati, cerita diatas mengingatkan aku pada kisah-kisah teman atau bahkan mungkin tanpa disadari itu adalah kisahku sendiri. Namun, setelah mencari dasar-dasar teori terkait dan ilmu nasihat yang didapat dari oarang tua dan para orang tua, maka disini aku berniat untuk membahas secara tidak singkat namun berusaha untuk menganalisa dari kaca mata agama yang saya anut, yakni ISLAM.

SALAM, adalah cara bagi seseorang untuk secara sengaja mengkomunikasikan kehadiran akan orang lain untuk menunjukkan perhatian, dan/atau untuk menegaskan atau menyarankan jenis hubungan atau status sosial antar individu atau kelompok orang yang berhubungan satu sama lain. Seperti juga cara komunikasi lain, salam juga sangat dipengaruhi budaya dan situasi dan dapat berubah akibat status dan hubungan sosial. Salam dapat diekspresikan melalui ucapan dan gerakan, atau gabungan dari keduanya. Salam sering, tapi tidak selalu, diikuti oleh percakapan.

Dalam konteks Islam, kata salam diucapkan dengan Assalamu’alaikum
ASSALAMU’ALAIKUM itu sendiri adalah berasal dari bahasa Arab yang merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW dan memiliki arti semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan, dan nestapa. Hukum dari salam [assalamu’alaikum] itu sendiri adalah SUNNAH bagi yang [mengawali] mengucapkan dan WAJIB untuk menjawabnya bagi yang mendengarnya.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86:

Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.

Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik.

Dalam riwayat Rasullulah SAW yang disebutkan oleh Ibnu Jarir & Ibnu Abi Hathim, Beliau mencontohkan kepada para pemberi salam yang terdiri dari 3 orang; pada mereka Beliau memberi salam yang selalu lebih panjang dari salam yang diterima Rasul. Namun kemudian, Rasullulah mengemukakan alasannya mengapa Beliau memberikan [jawaban] salam yang lebih panjang: “Engkau sama sekali tidak menyisakan ruang bagiku untuk yang lebih baik. Karena itulah aku membalasmu dengan ucapan yang sama sebagaimana yang di jabarkan Allah di dalam Al-Qur’an.”

Di dalam ayat ini juga Allah SWT menggunakan kalimat obyektif tanpa menunjuk subyeknya. Dengan demikian Al-Qur’an mengajarkan etika membalas penghormatan. Disini secara tidak langsung kita diperintah untuk saling memberi salam. Tidak adanya subyek menunjukkan bahwa hal saling memberi salam adalah kebiasaan normal dan wajar yang selalu dilakukan oleh orang-orang beriman. Tentu saja yang mengawali mengucapkan salamlah yang lebih dekat kepada Allah SWT sebagaimana sudah dijelaskan diatas.

Hasan Basri menyimpulkan bahwa:
“ Mengawali mengucapkan salam sifatnya adalah sukarela, sedangkan membalasnya adalah kewajiban”.
Pada bagian kalimat terakhir Surat An-Nisa ayat 86, Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.

Disini, mendahului memberi salam dan membalasnya juga termasuk yang diperhitungkan. Maka kita hendaknya menyukai mendahului memberi salam. Sama halnya kita harus membalas salam demi menyenangkan Allah SWT dan menyuburkan kasih-sayang diantara kita semua.
——————————
Well, dari perspective pribadi dan menyambung kata kedua dalam subyek artikel ini, yaitu [Norma] SOPAN SANTUN bahwasanya kata ini memiliki definisi bahwa peraturan hidup yang timbul dari hasil pergaulan sekelompok manusia di dalam masyarakat dan dianggap sebagai tuntunan pergaulan sehari-hari masyarakat itu. Norma kesopanan bersifat relatif, artinya apa yang dianggap sebagai norma kesopanan berbeda-beda di berbagai tempat, lingkungan, atau waktu.

Sedangkan sanksi bagi yang melanggar norma kesopanan adalah tidak tegas, tetapi dapat diberikan oleh masyarakat berupa cemoohan, celaan, hinaan, atau dikucilkan dan diasingkan dari pergaulan serta di permalukan.

Bagi aku, sanksi bagi orang yang tidak memberikan salam adalah tidak lebih berat daripada sanksi yang diterima bagi orang yang tidak menjawab salam. Disini, menurut sudut pandang aku, tidaklah lebih beriman bagi kita daripada hanya menjaga sopan santu daripada melalaikan nmenjawab salam [assalamu’alaikum]. Sanksi bagi orang yang mengesampingkan norma kesopanan hanyalah sebatas hubungan suatu umat terhadap umat lain. Namun, semua tergantung pada individu itu sendiri bagaimana ia bersikap dalam menyikapi arti kata Salam dan Sopan Santun tersebut.

So, semua kembali pada penilaian Anda, apakah terdapat keterkaitan yang signifikan apabila suatu individu tidak memberikan salam adalah individu yang masuk kedalam golongan orang-orang yang tidak memiliki SOPAN SANTUN?

Wallahualam Bisshawab, semua kembali kepada niat masing-masing untuk tetap terus mengamalkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupannya sehari-hari, karena semua itu TANGGUNG JAWAB masing-masing dari kalian kepada Sang Pencipta.

Memberi salam dan bersikap untuk sopan & santun adalah sama-sama sebuah PILIHAN, namun keduanya tidak memiliki kedudukan yang sama di mata ALLAH akan tetapi keduanya memiliki nilai tambah bagi tabungan akhirat setiap individu. Nah, berbicara masalah tabungan, semua dikembalikan kepada keinginan setiap Umat yang ingin berlomba-lomba menabung dijalan ALLAH SWT. Bukanlah hak orang tua kita, bukan hak dari para suami kita, dan bukan juga hak para ulama-ulama yang dituakan agar kita [berlomba] menabung dijalan ALLAH SWT. Semua itu adalah HAK SETIAP UMAT untuk menentukan besar kecilnya tabungan [agama] mereka…….

Have a great weekend guys!!

Wassalam

Main thinking paradigm: by FITRI
Additional source: Wikipedia

Komentar
  1. aryanti mengatakan:

    ucapan salam bagi setiap muslim itu wajib….
    karena setiap muslim itu bersaudara….
    jadi ucapkanlah salam ketika hendak bepergian atau pun bejumpa dengan kaum muslim lainnya…

  2. eko mengatakan:

    pak atau mbak bagaimana kalo yang mau disapa itu orang islam tapi g sholat n kerjaannya mendem mulu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s