Dilema Harga Rupiah

Posted: 15 Oktober 2009 in Economy & Marketing, Personal, Politic
Tag:, , , , , , ,

rupiah

Salah satu berita di Koran Kompas tanggal 14 okt 2009 dengan judul “Rupiah Bikin Resah” mengatakan “Penguatan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sangat dilematik. Bagi importir, penguatan ini menguntungkan. Bagi produsen berorientasi ekspor, penguatan ini justru mencemaskan karena daya saing industri rendah.”

Permasalahan tinggi rendahnya harga rupiah memang menjadi dilema, pemerintah pun merasa perlu berhati-hati dengan menjaga nilai rupiah. Menjaga rupiah untuk tidak terlalu tinggi dengan mengeluarkan cadangan devisa untuk menahan laju kenaikan harga dolar. Pemerintah juga menjaga agar nilai rupiah tidak menjadi terlalu rendah, dengan cara mengonversikan rupiah menjadi mata uang lain atau mengurangi beredarnya mata uang rupiah di pasar.

Kecenderungan penguatan rupiah yang terjadi akhir-akhir ini, memang tidak bisa dihindari dengan meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia. Terlebih lagi belum lama kemarin Presiden SBY, berhasil meyakinkan dunia internasional melalui pertemuan G-20 di Amerika. Kepercayaan dunia internasional juga terimbasi komitmen dan keberhasilan Indonesia dalam memerangi teroris. Dengan terbunuhnya gembong teroris dan ditangkap antek-anteknya.

Kembali kepada pokok permasalahan, apakah penguatan rupiah yang terlalu signifikan memberikan dampak negatif bagi Indonesia, jawabannya bisa iya bisa tidak, sebagai contoh dunia pertambangan khususnya minyak dan gas, dalam proses pengembangannya telah menginvestasikan dana dalam jumlah besar, tentunya banyak investasi tersebut dalam bentuk dolar, karena banyak peralatan yang masih dibeli dari luar negeri. Pada akhirnya dunia pertambangan mendambakan pendapatan yang besar dengan menikmati harga dolar dan harga minyak yang tinggi. Coba bayangkan apabila tiba-tiba rupiah menguat sehingga investasi besar yang telah digelontorkan tadi tidak hanya menjadi tidak ekonomis, tetapi ada kemungkinan merugi.

Ketidakpastian mengenai nilai tukar mata uang tidak terlepas dari ketergantungan Indonesia baik pemerintah maupun pelaku pasar terhadap dolar Amerika. Sehingga pada saat dolar mengalami penekanan seperti dalam kasus Subprime Mortgage , krisis ala Amerika, menyebabkan Indonesia dan negara-negara lainnya yang bergantung kepada dolar terkena imbas dari krisis tersebut, sehingga sedikit banyak Indonesia “membayari” utang Amerika. Kejadian tersebut menjadikan pelajaran bagi pemerintah untuk membuat wacana pengalihan ketergantungan terhadap dolar kepada mata uang lainnya, misalnya mata uang Cina atau Jepang.

Jika melihat jangka panjang penguatan rupiah memiliki dampak yang sangat baik pada kesejahteraan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Sebagai ilustrasi kira-kira seperti ini kita ambil contoh saja sepatu. Sepatu buatan Italia dibandingkan sepatu buatan Cibaduyut tentunya memiliki perbedaan harga yang sangat jauh, kenapa? apakah kualitas sepatu buatan Italia itu pasti lebih baik daripada buatan Cibaduyut, belum tentu, alasan yang paling bisa dilihat adalah harga produksi, salah satunya adalah tenaga kerja, penghasilan para pekerja pembuat sepatu di Italia bisa jadi 10x lebih besar dari di Cibaduyut. Artinya apabila akan membeli 1 pasang sepatu buatan Italia, maka harus dijual terlebih dahulu 10 pasang sepatu buatan Cibaduyut. Berarti kita harus membuang sumber daya alam kita lebih besar 10 kali lebih banyak untuk mendapatkan produk impor atau bekerja 10 kali lebih keras dibandingkan orang luar negeri untuk mendapatkan kualitas hidup yang sama.

Inti pemikirannya kira-kira seperti ini, daripada tergantung dengan mata uang lain, mungkin kita bangsa Indonesia, seharusnya lebih percaya diri, terutama kepada mata uangnya sendiri, yaitu rupiah. Artinya pelaku pasar khususnya para pengekspor seharusnya menjual barang dalam mata uang rupiah, daripada mengatakan minyak mentah Indonesia dalam 1 barel berharga US$ 75 , kenapa tidak mengatakan minyak mentah Indonesia dalam 1 barel berharga Rp. 700.000,- . Sehingga kecenderungan pasar akan lebih menghargai mata uang rupiah Indonesia. Apakah hal ini mungkin, pasti mungkin, sebagai contoh negara Jepang, mereka telah terbukti sangat menghargai mata uang mereka, sehingga pembelian dan penjualan negara lain terhadap Jepang dilakukan dengan mata uang yen.

Tergantung masing-masing kita dalam menghargai diri kita sendiri, anda mau memilih gaya hidup kebaratbaratan , atau lebih menghargai bangsa sendiri. Jika anda seorang eksportir juallah barang anda dalam rupiah, sehingga anda dan bangsa diuntungkan ketika rupiah menguat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s