Bank Syariah vs Konvensional

Posted: 30 Desember 2009 in Economy & Marketing, Islam, Personal
Tag:, , ,

mahkamah_syariah Merebaknya perbankan Syariah belakangan ini tak luput dari keluarnya fatwa haram Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait bunga bank. Berbagai bank berlomba-lomba membuka unit Syariah, meskipun begitu ada juga bank yang murni syariah (tidak memiliki bisnis konvensional) seperti bank Muamalat.

Bagi umat islam, yang tidak terlalu mendalami agama, mungkin akan menganggap lalu fatwa mui tersebut, dan bertanya-tanya “apa sih sebenarnya beda bank konvensional dan syariah? konvensional punya bunga, kalo syariah ada bagi hasil, intinya sama kan pertambahan nilai, jadi apa bedanya?”. Hasil mengeyam kursus “Dasar Bisnis Syariah”, jawabannya kira-kira begini, analoginya perbedaan antara kawin dan kumpul kebo, kan dua-duanya mungkin serupa, tetapi perbedaannya adalah niat di depannya, kalo perkawinan ada ikatan sakral perkawinan, kalo kumpul kebo kan beda, walaupun mungkin ada komitmen berdua antar pasangan. Yang satu diridhoi Allah yang satu di lagnat Allah, kira-kira begitu.

Masih banyak lagi sebenarnya keunggulan perbankan syariah, seperti transparansi dalam bisnisnya, investasi yang syar’i (sesuai tuntunan islam), bagi hasil yang menguntungkan, dan sebagainya. Negara-negara di eropa bahkan sudah mulai menggandrungi bentuk bisnis syariah. Tinggal bagaimana kita umat islam menyikapi, apakah kita mau “kawin” atau “kumpul kebo”?

Related Links

Komentar
  1. wahyudinsurance mengatakan:

    Gud Bro…main 2 ke Blog saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s