Tukang Bubur dan Tukang Minta

Posted: 9 Maret 2011 in Islam, Personal
Tag:, , ,

Pagi ini ketika berangkat kekantor, karena belum sarapan, akhirnya aku memutuskan untuk beli bubur di samping pom bensin di daerah Cipinang. Turun dari mobil menuju ke tukang bubur, ada seorang minta-minta yang mengadahkan tangan, dengan tersenyum aku mengangkat tangan, tanda penolakan.

Selesai memesan bubur untuk dibungkuse ketika mau bayar dengan receh, tanpa kusadari uang seribu jatuh dari tanganku. Tukang minta-minta itupun memanggilku dan mengatakan bahwa uangku terjatuh. Sejenak aku tersentak, selesai membayar bubur, dengan tak ragu aku memutuskan untuk memberikan seribu yang tadi terjatuh, lalu kutambah seribu lagi yang ada ditangan.

Terkadang kita lupa bahwa sebagian harta kita adalah milik orang lain, kita merasa apa yang kita punya adalah semuanya punya kita, kita tidak mau berbagi. Terkadang harus diambil paksa dari kita untuk kita menyadari bahwa hak orang lain harus kita berikan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s